Pengertian DAM (denda) untuk Jamaah Haji dan Umrah

Dam sifatnya ada yang sunnah dan ada yang wajib. Jamaah haji Indonesia rata-rata terkena kewajiban dam sebab melaksanakan haji tamattu’. Dam atau denda sudah ada sejak adanya ritual ibadah haji.Ibadah haji merupakan ibadah yang dilakukan sejak zaman Nabi Ibrahim yang dilaksanakan sampai sekarang.Namun haji kala itu disalahgunakan untuk berbangga-bangga dan memamerkan sukunya, sehingga pada saat permulaan haji sudah ada dam.

Haji Ifrad merupakan pelaksanaan ibadah umrah yang setelah melakukan kewajiban haji maka disunatkan untuk menyembelih qurban.Biasanya haji ini dilakukan oleh jama’ah Indonesia yang datang dengan kelompok terbang (kloter) akhir, sehingga saat tiba disana, mereka langsung bisa melaksanakan haji, setelah melaksanakan haji, mereka menunggu kepulangan dengan melaksanakan umrah.Sementara yang wajib mengeluarkan dam adalah jika kita melakukan 5 hal sebagai berikut:

  1. Haji qiran, yakni proses ibadah haji dan umrah yang dilakukan bersamaan. sehingga seluruh ritual yang dijalani, seperti ihram, thawaf, sa’i, melempar jumrah atau mabit diniatkan untuk haji dan untuk umrah. Begitu juga dengan kewajiban-kewajiban yang lain. Kecuali saat wukuf yang merupakan kewajiban haji.Pelaksaanaan Haji ini wajib mengeluarkan dam.
  2. Haji tamattu’, haji ini kebanyakan dilakukan oleh orang-orang Indonesia.Saat mereka datang di Arab Saudi, disana belum waktunya untuk melakukan ibadah haji sehingga mereka biasanya melakukan ihram untuk umrah, langsung dari miqatnya.Setelah selesai melaksanakan ihram dan berakhir pada tahallul atau memotong rambut, maka para jamaah ini menunggu sampai tiba waktunya haji pada hari Tarwiyah dan Arafah pada tanggal 8-9 Dzulhijjah. Dan mereka melaksanakan ihram lagi untuk proses ibadah haji. Sehingga para jamaah ini melakukan 2 kali ihram. Proses haji tamattu ini wajib untuk mengeluarkan dam.
  3. Meninggalkan kewajiban haji,seperti melempar jumrah, ihram tidak dilakukan dari miqat. Tidak melaksanakan wukuf di padang arafah dari pagi sampai malam. Datangnya jamaah haji bisanya tanggal 8 malam 9 dzulhijjah dan menunggu sampai siang arafah sampai malam 10 dzulhijjah.Juga dengan mabit di Mina atau Mudzdalifah, jika tidak dilaksanakan maka terkena dam.Juga bila tidak melaksanakan thawaf wada’ maka harus didenda.
  4. Melanggar larangan,seperti memakai wewangian saat haji, yang boleh adalah sebelum ihram. Lalu bercukur atau tahallul belum waktunya, maka wajib mengeluarkan dam.
  5. Melakukan jinayah,atau tindak pelanggaran kriminal di tanah haram, seperti mengganggu binatang waktu ihram, atau saat ihram memotong tanaman disana.

Besaran Dam
Sementara itu untuk besaran dari dam yang harus keluarkan oleh para jamaah haji adalah minimal senilai dengan satu ekor kambing.Tapi jika ingin lebih afdhal, maka bisa mengeluarkan satu onta.Satu onta ini merupakan perwujudan dari dam atau denda yang dikeluarkan bisa dikeluarkan oleh 7 orang.

Dam ini diserahkan kepada pemerintah di tanah haram dalam bentuk hewan sembelihan yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan kaum faqir miskin ditanah haram. Akan tetapi karena hewan sembelihan Dam ini terlalu banyak dan melimpah, maka boleh didistribusikan kepada Negara lain yang membutuhkan. Akan tetapi syariatnya hewan dam harus disembelih disana dan dikonsumsi oleh kaum fakir miskin disana (Arab Saudi).

BESARAN DAM
Melimpahnya hewan qurban ini, karena pada dasarnya setiap jamaah haji dari penjuru dunia mengeluarkan dam, meski tidak terkena kewajiban dam seperti haji Ifrad mereka juga ingin mendapat pahala kesunnahan dam ini.Sehingga mereka juga tetap menyembelih hewan qurban.Terlebih lagi di Arab Saudi terdapat Bank yang mengurusi pengumpulan uang dam untuk dibelikan hewan ternak.Baik yang resmi maupun yang tidak.
Daging dari hewan dam ini tidak hanya dibagikan kepada fakir miskin, tapi juga bisa sepertiga dimakan sendiri oleh si penyembelih.Jadi kita punya hak untuk memakan sepertiga daging hewan kurban tersebut.
Dikalangan jamaah haji Indonesia, dam ini terkadang ada yang dikoordinir, sebab rata-rata jamaah haji Indonesia memang melaksanakan haji Tamattu’.Sehingga hasil pengumpulan uang dam tadi kemudian dibelikan hewan ternak dan disembelih di tanah haram.

Keistimewaan Ibadah Umroh

Keistimewaan Ibadah Umroh

Setiap ibadah yang susuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengandung keistimewaan. Shalat ada keistimewaannya. Zakat ada keistimewaannya. Puasa memiliki keistimewaan tersendiri. Allah SWT menyebutkan keistimewaan ibadah-ibadah tersebut secara khusus. Termasuk ibadah umroh dan haji, yang bagi kaum muslim di tanah air membutuhkan usaha yang cukup berat. Dari mulai biaya sampai kepada faktor fisik yang harus dijalaninya.

Ibadah umroh disyariatkan oleh Allah SWT melalui Rasulullah Muhammad shalallaahu alaihi wasalam karena memiliki keistimewaan dan fadillah yang sangat besar bagi kita. Inilah keutamaan dan fadilah ibadah umroh.

  1. Ibadah umroh yang satu kepada umroh berikutnya adalah kaffaroh, penghapus dosa

Allah SWT akan menghapus dosa-dosa kita  diantara pelaksanaan umroh yang satu dengan umroh berikutnya. Sederhananya begini, bila lima atau 10 tahun lalu kita sudah melaksanakan umroh, selanjutnya tahun ini alhamdulillah kita bisa berangkat umroh lagi maka dosa-dosa diantara kedua umroh tersebut akan diampuni oleh Allah SWT.

Hal ini berdasarkan penuturan Rasulullah Muhammad shalallaahu alaihi wasalam sebagai berikut:

“Umrah (yang pertama) kepada umrah yang berikutnya sebagai kaffarat (penghapus) bagi (dosa) yang dilakukan di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya, melainkan Surga.” ( HR. Malik, al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa-i dan Ibnu Majah). Lihat Shahih at-Targhiib No. 1096)

 

 

  1. Haji dan umroh adalah jihad bagi para wanita dan orang yang lemah.

 

Para ibu-ibu dan kaum wanita umumnya serta mereka yang lemah secara phisik, yang dalam hal ini tidak bisa berjihad  atau berperang di masa Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam, mereka masih mendapatkan fadillah pahala jihad dengan cara melaksanakan ibadah umroh.

Hal ini berdasarkan penuturan Rasulullah Muhammad shalallaahu alaihi wasalam sebagai berikut:
Dalam riwayat Ibnu Khuzaimah, ‘Aisyah berkata: “Aku bertutur: ‘Ya Rasulullah, apakah ada kewajiban berjihad bagi kaum wanita?’ Beliau berkata: ‘Bagi wanita adalah jihad yang tidak ada peperangan padanya (yaitu) haji dan umrah.’” (Dishahihkan oleh al-Albani, lihat Shahih at-Targhiib No. 1099).

Dan dari Abu Hurairah radhiallaahu anhu, dari Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam, beliau bersabda: “Jihad orang yang tua, orang yang lemah dan wanita adalah haji dan umrah.”

Kalau dalam hadits yang lain Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam pernah mengatakan bahwa ibadah yang paling utama adalah jihad maka sekali lagi hal ini tergantung kepada siapa beliau waktu itu berbicara. Oleh karena itu, kondisi tersebut sangat tepat bagi kaum muslimin dibeberapa tempat saat ini yang dapat menunaikan ibadah haji secara benar dan ikhlas. Maka pahalanya setara dengan berjihad dijalan Allah.

Pertanyaanya tentu saja, karena saat ini tidak ada lagi peperangan atau berjihad dalam peperangan, apakah hadits ini tetap berlaku. Jawabannya tegas, tetap berlaku. Oleh karena ajaran Islam yang disampaiakan Rasulullah Muhammad shalallaahu alaihi wasalam adalah universal, rahmatan lil alamin dan berlaku sampai akhir jaman.

 

 

  1. Jamaah umroh adalah tamu-tamu Allah SWT yang doanya dikabulkan.

 

Ibadah Haji dan umroh menjadi istimewa karena orang yang datang ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji dan umroh adalah tamu Allah SWT. Begitulah biasa disebut dan memang Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menyebutkannya demikian. Haji dan umrah adalah tamu Allah SWT sehingga apa yang diminta sang tamu akan dikabulkan oleh-Nya. Ini adalah bentuk keistimewaan yang istimewa.

Seperti siswa-siswi sekolah datang melakukan kunjungan wisata ilmiah ke taman buah. Setelah melakukan penelitian ditempat tersebut mereka dipersilakan untuk memetik buah sesuka mereka. Mereka boleh membawa pulang beberapa buah untuk dimakan sendiri maupun oleh-oleh saudaranya. Demikian pula ibadah haji. Allah SWT mempersilakan mereka yang datang untuk meminta apa saja dan ia akan mengabulkannya. Hal itu ditegaskan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam dalam sabdanya,

“Orang yang mengerjakan haji dan umroh merupakan tamu Allah, maka jika mereka bermohon kepadanya, pastilah dikabulkan-Nya, dan jika mereka memohon ampunan pasti diampuni-Nya”. (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

Apalagi yang diinginkan oleh seorang manusia kecuali doanya dikabul dan dosanya diampuni. Dalam riwayat yang lain Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

“Orang-orang yang sedang berhaji atau berumroh, adalah tamu-tamu Allah dan para peziarah rumah-Nya. Jika mereka meminta dari-Nya sesuatu, niscaya ia akan memberi kepada mereka. Dan jika mereka memohon ampunan dari-Nya, niscaya ia akan mengampuni mereka. Dan jika mereka berdoa kepada-Nya, niscaya ia akan mengabulkannya. Dan jika mereka bersyafaat (memintakan sesuatu untuk orang lain) kepada-Nya, niscaya ia akan menerima syafaatnya” (HR Ibnu Majah dari Abu Hurairah, dengan beberapa perbedaan susunan redaksinya).

“Orang yang berperang dijalan Allah, orang yang haji dan orang yang umrah, adalah tamu Allah. Dia memanggil mereka, maka mereka pun menjawab (panggilan)-Nya dan mereka memohon kepada-Nya. Dia-pun memberikan permohonan mereka.”

 Sebagai tamu Allah SWT, jamaah haji dan umroh diterima oleh shahibul bait (tuan rumah) yaitu Allah SWT. Mereka akan mendapatkan hidangan dari Allah SWT berupa rahmat Allah, berkah Allah dan maghfirah dari Allah SWT.

Jamaah haji dan umroh yang berdoa di Tanah Suci yakni di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, maka doa-doa tersebut akan dikabulkan Allah SWT. Karena memang tempat-tempat tersebut merupakan tempat yang mustajab. Di Masjid Nabawi ada raudhoh atau bagian dari taman surga. Di Masjidil Haram ada Maqom Ibrahim, Multazam, Hijr Ismail, Hajar Aswat, Bukit Shofa dan Bukit Marwah, dimana di tempat-tempat tersebut merupakan tempat yang mustajab. Baik doa untuk keselamatan dan kesejahteraan kampung akhirat maupun keselamatan dan kesejahteraan dunia. Tentunya kecukupan harta dan kebarokahan selama hidup di dunia bersama keluarga dan saudara-saudara kita.

  1. Wafat dalam menjalankan ibadah umroh pahalanya dicatat sampai hari kiamat.

 

Keutamaan orang-orang yang wafat dalam perjalanan untuk melaksanakan ibadah haji dan umroh, serta keutamaan orang yang wafat dalam keadaan berihram (ditengah pelaksanaan ibadah haji dan umrah) adalah mendapatkan anugerah pahalanya dicatat sampai hari kiamat. Semuanya termaktub dalam hadits-hadits dibawah ini:

  • Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallaahu anhu ia berkata, aku mendengar Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam bersabda:

“Tidaklah unta (yang dikendarai) seseorang yang melaksanakan haji mengangkat kaki(nya) dan tidak pula meletakkan tangan(nya) melainkan Allah mencatat bagi orang itu satu kebaikan atau menghapus darinya satu kejelekan atau mengangkatnya satu derajat.”

Dari Abu Hurairah radhiallaahu anhu, ia berkata, Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam bersabda:

“Barangsiapa keluar dalam melaksanakan haji lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang haji hingga hari kiamat. Barangsiapa keluar dalam melaksanakan umrah lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang yang melaksanakan umrah sampai hari kiamat, dan barangsiapa keluar dalam berperang dijalan Allah lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang yang berperang dijalan Allah sampai hari kiamat.”

  1. Ibadah umroh bisa mengilangkan kefakiran.

 

Bila kita melihat saudara kita yang setelah pulang dari haji atau umroh maka terlihat kehidupannya semakin baik, rejekinya mengalir terus dan keluarganya bertambah barokah, itulah salah satu fadilah ibadah tersebut. Haji dan umroh insya Allah mabrur dan makbulan, diterima oleh Allah SWT. Seluruh biaya yang digunakan untu berangkat haji dan umroh telah diganti oleh Allah SWT dengan berlipat-lipat.

“Ikutilah antara ibadah haji dan umrah, karena keduanya akan menghilangkan kefakiran dan berbagai dosa sebagaimana alat pandai besi menghilangkan kotoran yang ada pada besi, emas dan perak. Dan tiada balasan pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga, tidaklah seorang mukmin dalam kesehariannya berada dalam keadaan ihram, melainkan matahari terbenam dengan membawa dosa-dosanya.”

Sunnah tersebut semakin ditekankan lagi jika telah melewati empat atau lima tahun dari haji dan umroh yang dilakukan sebelumnya, berdasarkan sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam:

“Sesungguhnya Allah berfirman: ‘Sesungguhnya seorang hamba yang telah Ku-sehatkan jasadnya dan Ku-lapangkan penghi-dupannya, telah berlalu lima tahun atasnya, dia tidak datang kepada-Ku, benar-benar dia seorang yang diharamkan (dihalangi dari kebaikan-Pent). (HR. Ibnu Hibban dalam shahihnya, Abu Ya’la dan al-Bai-haqi).

“Bahwasanya Allah berfirman: ‘Sesungguh-nya seorang hamba yang telah Ku-sehatkan tubuhnya, Ku-lapangkan rizkinya, (namun) dia tidak datang kepada-Ku pada setiap empat tahun, benar-benar dia seorang yang diharamkan (dihalangi dari kebaikan,-Pent) (Al-Haitsami berkata dalam Majma’uz Zawaa-id perawi hadits ini semuanya perawi kitab ash-Shahih).

  1. Fadillah pahala satu kali umroh dengan sholat dua rakaat di Masjid Quba.

           

“….Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (Mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih” (QS At Taubah: 108)

“Ketika pembangunan Masjid ini selesai, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam mengimami shalat selama 20 hari. Semasa hidupnya, lelaki yang dijuluki Al-Amin ini selalu pergi ke Masjid Quba setiap hari Sabtu, Senin dan Kamis. Setelah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam wafat, para sahabat menziarahi masjid ini dan melakukan salat di sana.”( HR. Bukhari no. 1117 , HR. Muslim no. 2478)

Shalat di masjid Quba memiliki keutamaan. Menurut Hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam yang diriwayatkan oleh Abu bin Sahl bin Hunaif radhiyallahu ‘anhum, ia pernah mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Barangsiapa bersuci di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba, lalu ia shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umrah”.( HR. Tirmizi no. 298. Ibnu Majah no. 1401)

Masjid Quba ini terletak di luar kota Madinah. Jadi mengingat fadilah sholat di Masjid Quba yang sangat besar, maka bila kita sudah berada di Madinah dalam rangka menjalankan ibadah umroh atau haji, jangan sampai lupa melakukan sholat di Masjid Quba.

 

  1. Selama umroh bisa mendapatkan pahala sholat sangat luar biasa, hingga 100.000 kali.

 

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Shalat di masjidku, lebih utama seribu kali (dibandingkan) shalat di selainnya kecuali Masjidil Haram. Dan shalat di Masjidil haram lebih utama Seratus Ribu (dibandingkan) shalat di selainnya.“ (Hadits dishahihkan oleh Al-Mundziri dan Al-Bushoiry. Al-Albany berkata: “Sanadnya shahih sesuai persyaratan Bukhori dan Muslim, Irwaul Ghalil, 4/146).

Ini sungguh luar biasa. Fadhilah (keutamaan) Sholat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi merupakan bukti Allah SWT Maha Pemurah terhadap hambanya yang bersungguh sungguh mencari ridho dan ampunannya.

Kalau kita hitung secara matematika maka 1 kali sholat di Masjidil Haram setara dengan 54,5 tahun sholat di masjid lain (100.000 : (5×365 hari)). Nah bila kita berjamaah selama 5 kali sehari, dan selama ibadah umroh adalah 3 hari di Makkah, maka fadilah pahala sholat di Masjidil Haram tambah berlipat-lipat lagi. Ditambah lagi sholat sunnah yang juga kita kerjakan serta ditambah sholat fardlu dan sholat sunah yang kita kerjakan di Masjid Nabawi yang memiliki keistimewaan pahala 1000 kali sholat di masjid lain, maka sungguh sangat luar biasa fadillah dan keutamaanya. Maha suci Allah, Maha Agung dan Maha Pemurah.

  1. Fadillah umroh Ramadhan adalah haji bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam.

 

Siapa yang tidak ingin mendapat fadillah haji bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Pasti semua kaum muslimin mengharapkan meraih fadillah tersebut. Caranya adalah melaksanakan ibadah umroh pada bulan Ramadhan.

Dari Ibnu abbas radhiallaahu anhu meriwayatkan bahwa Ummu Salaim radhiallaahu anhu pernah datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, dan berkata: “Ya Rasulullah (suamiku) Abu Thalhah dan puteranya telah pergi menunaikan haji dan meninggalkan aku di rumah. “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, menjawab “Wahai Umu Sulaim, melakukan satu umrah di dalam bulan Ramadhan adalah sama ganjarannya dengan haji yang dilakukan bersamaku.”

“Umrah pada bulan Ramadhan itu bagaikan haji bersamaku (Nabi saw).” (Shahih; Shahih Al-Jami’ hadits no. 4098).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada seorang wanita Anshar, “Apa yang menghalangimu untuk ikut berhaji bersama kami?” Ia menjawab, “Kami tidak memiliki kendaraan kecuali dua ekor unta yang dipakai untuk mengairi tanaman. Bapak dan anaknya berangkat haji dengan satu ekor unta dan meninggalkan satu ekor lagi untuk kami yang digunakan untuk mengairi tanaman.” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila datang Ramadhan, berumrahlah. Karena sesungguhnya umrah di dalamnya menyamai ibadah haji.” (Shahih; Shahih At-Targhib, 1117).

Itulah sebabnya mengapa pada bulan Ramadhan mereka berbondong-bondong menunaikan ibadah umroh. Suasana ibadah umroh sendiri di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pada bulan Ramadhan layaknya musim haji. Ramai dan penuh sesak. Apalagi pada 10 hari terakhir Ramadhan.

Di Indonesia, saat ini untuk berangkat haji harus antri bertahun-tahun, bahkan hingga 15 tahun lebih. Begitupun yang sudah berhaji, dihimbau untuk tidak berhaji lagi (paket haji reguler) untuk memberi kesempatan porsi bagi mereka yang belum berangkat haji. Jadilah ada paket haji plus yang dikelola biro travel dengan biaya bisa tiga sampai empat kali lipat haji reguler.

Oleh karena itu mereka memilih untuk berangkat umroh Ramadhan, meskipun biayanya juga relatif mahal. Namun mereka berharap bisa meraih fadillah haji bersama Rasulullah, khususnya umroh pada 10 hari terakhir Ramadhan sekaligus berharap fadillah malam lailatul qadar.

  1. Bisa melakukan badal umroh bagi keluarga.

 

Badal umroh atau mengumrohkan seseorang, khususnya orang tua atau keluarga, dibolehkan dengan syarat tertentu.  Sebagian ulama berpendapat bahwa umrah hukumnya sunnah, sehingga tidak ada kewajiban bagi seseorang atau ahli waris untuk mengumrahkan orang tuanya yang sudah udzur atau meninggal dunia. Kecuali jika orang tuanya pernah berniat atau bernazar untuk melaksanakan umrah, maka anaknya (ahli warisnya) yang memiliki kemampuan harus menunaikan nazar kedua orang tuanya.

Hal tersebut didasarkan pada hadits-hadits tersebut di atas dan hadits berikut ini: “Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallaahu anhu, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: Barangsiapa  yang bernazar untuk mentaati Allah maka hendaknya ditaati (ditunaikan), dan barangsiapa bernazar untuk bermaksiat ke pada Allah maka janganlah la (tunaikan nazarnya) untuk berbuat maksiat.” (H R . al-Bukhari dan jamaah ahli Hadits).

Menurut sebagian ulama yang lain, seseorang boleh melakukan umrah untuk orang lain (badal umrah), baik orang yang dibadalkan itu masih hidup maupun sudah meninggal dunia. Mereka menganalogikannya dengan ibadah haji yang sama-sama ibadah badaniyyah maliyyah. Di antara dalilnya adalah sebagai berikut:

Seorang wanita mendatangi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam lalu bertanya, “Ibuku meninggal dunia dalam kondisi belum berhaji. Bolehkah aku berhaji untuknya?” Rasul saw menjawab, “Boleh. berhajilah untuknya!” (HR at-Tirmidzi).

Dalam riwayat lain Abu Razin al-Uqayli juga mendatangi Rasul shalallahu ‘alaihi wassalam seraya mengadukan kondisi ayahnya yang sudah tua yang tidak bisa berhaji dan berumrah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam berkata, “Tunaikanlah haji dan umrah untuknya.” (HR at-Tirmidzi).

Jadi ahli waris hendaknya melakukan badal umroh bagi orangtuanya, apabila dirinya sendiri sudah berumroh. Kedua, orangtuanya pernah berniat atau bernazar untuk melaksanakan ibadah umroh, dan ketiga, kondisi orang tuanya sudah meninggal dunia atau dalam keadaan sudah tua atau sakit sehingga tidak memungkinkan untuk berangkat umroh.

Ibadah umroh yang dilakukan ahli warisnya dengan membadalkan umroh orang tuanya, juga merupakan kegiatan birrul walidain. Yaitu  bagian dalam etika Islam yang menunjukan kepada tindakan berbakti (berbuat baik) kepada kedua orang tua. Yang mana berbakti kepada orang tua ini hukumnya fardhu (wajib) ain bagi setiap Muslim, meskipun seandainya kedua orang tuanya adalah non muslim. Setiap muslim wajib mentaati setiap perintah dari keduanya selama perintah tersebut tidak bertentangan dengan perintah Allah SWT. Birrul walidain merupakan bentuk silaturahim yang paling utama.

  1. Bisa memperoleh fadillah pahala umroh berkali-kali.

 

Para jamaah umroh selama mukim di Madinah maupun Makkah, maka tidak ada kegiatan lain kecuali tiga hal. Yaitu, sholat berjamaah ke Masjid Nabawi atau Masjidil Haram, berzikir-berdoa-dan tadarus Al Qur’an serta makan dan tidur. Kegiatan plusnya adalah jalan-jalan atau ziarah dan belanja he..he..

Dengan begitu sebenarnya banyak waktu luang bagi jamaah karena tidak ada kegiatan bekerja dan urusan keluarga sebagaimana di tanah air. Selain ibadah wajib, jamaah umroh bisa lebih bebas melakukan ibadah sunah, baik di malam hari maupun di waktu dhuha. Namun ada satu ibadah yang kadang sulit dilakukan di tanah air karena kesibukan pekerjaan, yaitu ibadah seusai sholat subuh hingga waktu matahari terbit tiba dengan dilanjutkan ibadah sholat dua rakaat.

“Barang siapa shalat Shubuh berjamaah, kemudian duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu shalat dua rakaat, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah secara sempurna, sempurna, sempurna.” (Shahih; Shahih Al-Jami’ hadits no. 6346).

“Barang siapa berjalan untuk shalat wajib berjamaah maka itu pahalanya seperti pahala orang yang berhaji dan ihram. Barang siapa berjalan untuk shalat sunnah maka itu seperti pahala umrah.” (Hasan; Shahih Al-Jami’ hadits no. 6556).

“Barang siapa berjalan untuk shalat wajib dalam keadaan sudah suci (berwudhu di rumah), maka ia seperti mendapatkan pahala orang yang berhaji dan ihram….” (Shahih; HR Ahmad).

Demikian istimewanya ibadah umroh yang diberikan Allah SWT kepada umat islam. Mengapa kita masih berdiam diri tidak mau melakukannya padahal kita telah mampu? Bayangkan keuntungan dan keistimewaan yang diberikan Allah SWT kepada kita yang menunaikan umroh. Tidak ada yang dapat menilainya di dunia ini. Semoga dengan jelasnya ganjaran yang diterima bagi mereka yang menunaikan ibadah umroh, hati kita menjadi tergerak untuk menunaikannya, terutama bagi yang sudah mampu tetapi belum ada niatan untuk pergi.

 

Beberapa Tips Umrah di Bulan Ramadhan

Beberapa Tips Umrah di Bulan Ramadhan

 Melaksanakan ibadah umrah di bulan suci yaitu bulan Ramdhan adalah sangat utama. Karena seluruh rangkaian ibadah di bulan yang sangat suci ini pahalanya dilipatgandakan. Shalatnya, puasanya, bacaan qurannya, dzikirnya, mendapatkan pahala yang dilipatgandakan.

Makanya jangan heran jika di bulan Ramadhan umat Islam dari berbagai penjuru dunia berlomba-lomba untuk bisa hadir di Masjidil Haram, untuk melaksanakan umrah.

Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, bulan dimana seluruh amalan dilipiatgandakan menjadi 70 kali lipat dari bulan-bulan lainnya. Bulan penuh dengan rahmat, dimana rahmat atau kasih sayang Allah diturunkan seluas-luasnya di bulan ini, dan juga merupakan bulan ampunan, bulan dimana Allah membuka pintu ampunan bagi para hambaNya. Bulan ini juga terdapat satu malam yang lebih baik dari 1000 bulan, yakni yang dinamakan lailatul godar.

Oleh karenanya banyak umat muslimin yang berduyun-duyun berlomba untuk bisa hadir malaksanakan umrah di bulan ramadhan ini. Sehingga jangan heran keadaan di Masjidil Haram tentunya sangat padat sekali. Seluruh rangkaian ibadah, dari mulai shalat berjamaah, berthawaf, sai, shalat taraweh, baca Quran, i’tikaf penuh sesak, dan tak henti-hentinya.

Begitu juga ketika hendak datang waktu berbuka puasa, Semenjak selesai shalat ashar secara berrjamaah, mulai dipersiapkan alaqah-alaqah yang akan digunakan untuk buka bersama, di barbagai sudut akan terlihat jemaah yang  mulai bekumpul untuk buka bersama.

Di saat Adzan Maghrib dikumandangkan, terlihat jutaan umat Islam, buka bersama dengan hidangan air zam-zam, kurma, ashir, atau bahkan dengan nasi bukhari. Hidangan hidangan tersebut, diletakan di atas plastik memanjang.

Umrah di Bulan Ramadhan memberikan solusi Bagi anda yang akan melaksanakan ibdah umrah di saat bulan ramadhan ini, disarankan untuk memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan teknis, sehingga anda akan merasa nyaman dalam melaksanakan umrah.

Adapun Tips melaksanakan umrah di bulan ramadhan adalah sebagai berikut :

  1. Diawal-awal anda baru datang, kenali lokasi-lokasi tempat anda, baik lokasi hotel, jelan ke Haram, ataupun ketika anda berada di  Masjidil Haram.
  2. Melakukan ibadah secara berjamaah, baik ketika akan umrah dengan seluruh rangkaiannya, shalat sunah, thawaf, sai, dan tahalul.
  3. Untuk melakukan umrah yang ke 2 dan seterusnya, sebaiknya dilakukan pada malam hari, ketika suhu mulai dingin. tetapi  hindari waktu-waktu yang sangat padat, seperti ba’dha magrib, Untuk waktu-waktu ini anda gunakan khusus untuk i’tikaf, baca quran, dzikir dan setelah shalat isya dilanjutkan untuk shalat taraweh.
  4. Usahakan tidur siang, untuk mengumpulkan kekuatan guna beribadah di malam hari.
  5. Jangan lupa, membawa tanda pengenal supaya antara jemaah mudah mengenali, dan tidak terpisah.
  6. Usahakan banyak minum air putih, karena suhu sangat panas, diperlukan asupan air yang memadai.
  7. Perbanyak makanan yang dapat meningkatan kekuatan untuk beribadah.
  8. Bawa tas kecil untuk menyimpan berbagai dokumen-dokumen anda,
  9. Ketika akan ke Masjid, hendaknya memawa kantong plastik, guna mengamankan sandal / sepatu anda.

 

Cara Ampuh Meningkatkan Stamina Saat Umroh

Menjalankan ibadah umroh tentu banyak hal yang sepatutnya anda sebagai jamaah dan keluarga perhatikan agar ibadah umroh yang hendak dijalankan menjadi nyaman, lancar dan khusyuk. Salah satu hal yang harus dipersiapkan secara benar adalah stamina kesehatan tubuh kita saat hendak dan sedang menjalankan ibadah umroh. Demikian pula  tak kalah penting untuk diperhatikan adalah  bagaimana menjaga agar stamina tetap prima dan fit selama menjalankan ibadah  umroh di tanah suci.  Terkadang kesehatan menjadi loyo bahkan meriang karena stamina yang menurun. Ada beberapa cara dan tips meningkatkan stamina kesehatan  saat umroh agar badan tetap sehat dan prima saat berumroh.

 

Cara  meningkatkan stamina saat umroh dapat kita lakukan agar tubuh menjadi bugar selama berada di tanah suci. Cuaca yang panas saat siang hari dan dingin ketika malam hari membuat tubuh kita yang terbiasa pada iklim tropis Indonesia merasa tidak nyaman. Hal ini membuat daya tahan tubuh menjadi menurun. Kekebalan tubuh yang menurun membuat tubuh menjadi terasa tidak enak badan dan penyakit akan lebih mudah menyerang tubuh kita. Selain itu usia yang sudah lanjut juga membuat stamina sudah tak semuda dulu lagi.

 

Ada berapa cara meningkatkan stamina saat umroh yang bisa dilakukan agar tubuh tetap sehat  bugar sebagai berikut :

  1. Menjaga pola makan dan gaya hidup sehat 3 bulan sebelum berangkat umroh. Makanan dan minuman yang kita konsumsi setiap harinya sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup kita. Berbagai macam penyakit muncul akibat dari  kurang sesuainya pola makan yang dikonsumsi. Terapkan menu empat sehat lima sempurna dengan menitik beratkan pada konsumsi sayuran dan buah-buahan.
  2. Banyak minum air putih juga sangat menunjang kesehatan.
  3. Rutin berolahraga setiap harinya. Lakukanlah olahraga ringan setiap hari agar tubuh menjadi bugar dan tak mudah terserang penyakit.
  4. Mengkonsumsi suplemen untuk meningkatkan stamina saat umroh. Sebaiknya pilih suplemen alami agar terhindar dari efek samping jangka panjang. Ketika anda sedang berumroh makanlah madu setiap hari di kala pagi atau malam hari agar asupan nutrisi lengkap dari madu masuk ke tubuh kita.

Nah, sekarang anda sudah lebih memahami tentang cara meningkatkan stamina saat umroh. Semoga cara cara di atas bermanfaat bagi anda para calon jamaah umroh yang hendak melaksanakan ibadah suci yang satu ini, yang perlu diingat bahwa kesehatan harus benar benar anda jaga ketika berada di tanah suci bahkan sebelumnya. Suplemen lainnya yang juga bisa jadi rekomendasi bagi anda adalah empedu unta, habatusauda dan propolis yang merupakan herbal alami.

Strategi Beribadah Umroh dan Haji, insyaallah Mabrur

Ibadah Umroh adalah ibadah yang memiliki keunikan dan salah satu bentuk keunikan itu adalah, umroh tak hanya membutuhkan kesiapan batin saja, namun juga kesiapan kesehatan fisik, apalagi jika menjalankan ibadah haji. Untuk itu para jemaah umroh dan haji perlu memperhatikan berbagai hal yang berkaitan dengan kesiapan teknis yang mesti dicamkan selama menjalankan ibadah umroh dan  haji di tanah suci, agar ibadah tersebut berlangsung lancar tanpa kendala.

 

Beberapa Strategi agar Umroh dan Haji kita, Insya Allah Mabrur

 

  1. Tips Bugar Saat Ibadah
  2. Latihan jalan sebelum berangkat (jika mampu minimal 7 km, seminggu satu kali).
  3. Kurangi kegiatan yang tak perlu.
  4. Istirahat dan tidur cukup
  5. Makan bergizi dan teratur.
  6. Membawa obat-obatan yang biasa dipakai di tanah air.

 

  1. Tips Hindari Sakit Batuk
  2. Bawa pakaian hangat dan Gunakan penghangat leher.
  3. Pakai masker jika banyak debu.
  4. Bawa obat-obatan yang bisa dipakai di tanah air
  5. Jangan minum dingin.

 

  1. Tips Menghindari Flu
  2. Imunisasi
  3. Jaga keberesihan.
  4. Istirahat cukup
  5. Makan banyak buah dan sayur.
  6. Pakai masker.

 

  1. Tips Menahan Dingin
  2. Siapkan pakaian hangat di tas tentengan.
  3. Pakai baju penahan dingin.
  4. Pakai krim pelembab.
  5. Perbanyak minum hangat.

 

  1. Barang Bawaan yang layak untuk dibawa
    1. Alas kaki.
    2. Kantung kain untuk menyimpan alas kaki, payung dsb.
    3. Kantung kain untuk membawa batu kerikil saal melempar jumroh.
    4. Semprotan air.
    5. Kaca mata hitam.
    6. Handuk kecil.
    7. Topi selop.
    8. Tas ransel.
    9. Peniti
    10. Alat tulis.
    11. Tas ransel.
    12. Kamera digital.
    13. Krim pelembab.

 

  1. Batasan membawa barang
  2. Barang bawaan maksimal 35 kg.
  3. Barang yang dipakai di perjalanan masukan kedalam tes tentengan.
  4. Jangan membawa barang-barang yang terlarang.
  5. Jangan menyimpan zamzam dalam bagasi, karena resikonya akan dibongkar paksa ketika di bandara.

 

  1. Tips Saat Thawaf

Ketika thowaf biasanya jamaah banyak yang belum mengenali lokasi dan dikarenakan banyaknya orang yang thawaf akhirnya banyak yang tersesat. Usahakan membuat kelompok kecil dan jangan sampai terpisah. kalau bisa bawa handphone dan catat no handphone pembimbing ibadah anda.

 

  1. Tips masuk Masjid (Masjiddil Harram dan Masjid Nabawi) Agar tak Tersesat
  2. Datang ke masjid minimal setengah jam sebelum waktu sholat.
  3. Ingat nomor atau nama pintu masuk masjid. bila perlu dicatat.
  4. Bawa kantong kain untuk menyimpan alas kaki, payung dan sebagainya dan bisa dibawa saat shalat.
  5. Sebelum masuk Masjid, buat janji dimana akan bertemu jika ingin pulang bersama.
  6. Jangan lupa juga janji pukul berapa bertemu.
  7. Tempat berkumpul bisa dipasangi bendera rombongan tinggi-tinggi agar mudah dilihat dari kejauhan.
  8. Membuat identitas unik rombongan, bisa dengan selempang, slayer, atau pita di jilbab.

 

  1. Tips agar bisa Mencium Hajar Aswad
  2. Ambil waktu yang kondisi sekitar ka’bah tidak terlalu padat sekitar jam 1 pagi.
  3. Pastikan fisik kuat.
  4. Jangan bawa barang berharga.
  5. Pastikan cara berpakaian ihram benar dan kuat.
  6. Jangan gunakan joki.
  7. Jangan berlama-lama.
  8. Hindari menyakiti sesama jemaah.

 

  1. Tips Thawaf dan Sa’i
  2. Hafalkan doa-doa singkat, jangan disibukan dengan catatan.
  3. Berangkat dalam rombongan.
  4. Makan sebelum berangkat.
  5. Buat kelompok kecil.
  6. Sepakat lokasi pertemuan.
  7. Hindari waktu padat.
  8. Pindah ke lantai dua dan tiga jika padat.

 

  1. Tips Menyimpan Uang
  2. Tukarkan dengan uang pecahan.
  3. Jangan letakan uang disatu tempat.
  4. Jangan buka dompet di tempat umum
  5. Titipkan di safety box jika banyak
  6. Bawalah uang secukupnya saat ke masjid.

 

  1. Tips di Maktab
  2. Mandi 2-3 jam sebelum waktu shalat.
  3. Jangan di lift sendirian.
  4. Simpan barang di tempat aman.
  5. Matikan peralatan listrik jika pergi.
  6. Matikan peralatan masak jika pergi.
  7. Kenali lokasi pondokan dari jarak jauh maupun dekat.
  8. Buat denah dan peta pondokan.

 

  1. Kebugaran Saat Ibadah Haji
  2. Makan makanan yang bergizi, banyak mengandung serat dan tak banyak mengandung lemak.
  3. Istirahat yang cukup, para jamaah haji dan umroh, kalau sudah berada di Masjidil Haram, inginnya terus-menerus melakukan ibadah tanpa memikirkan istirahat. Hal ini bisa menyebabkan jemaah haji jatuh sakit.
  4. Olahraga ringan setiap hari.

 

  1. Tips Shalat di Masjid Nabawi
  2. Gunakan pakaian hangat ketika berangkat.
  3. Datang awal sebelum adzan.
  4. Hindari shalat di pelataraan masjid.
  5. Ingat nomor rak sandal.

 

  1. Tips Nyaman Beribadah

 

  1. Jangan tergantung pada pembimbing.
  2. Mantapkan tata cara berhaji dan berumroh.
  3. Hafalkan do’a-do’a.
  4. Buat kelompok kecil.

UL and OL Post

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

  • First Item
  • Second Item
  • Third Item
  • Fourth Item
  • Fifth Item

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

  1. First Item
  2. Second Item
  3. Third Item
  4. Fourth Item
  5. Fifth Item

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Blockquote Post

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Links Post

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Headers Post

This Is An H1 Tag

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This Is An H2 Tag

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This Is An H3 Tag

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This Is An H4 Tag

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This Is An H5 Tag

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Multiple Paragraph Post

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

PT FATOUR TRAVEL INDONESIA

Graha Fatour, Ruko Grand Galaxy City RGA 91 Jalan Boulevard Raya Barat, Jaka Setia, Bekasi Selatan 17147

..

Copyright 2018 © All Rights Reserved

.