Info Khusus yang domisili di Kota Bekasi

Info untuk yg belum bikin Kartu Sehat. Silahkan langsung datang saja ke Pendopo Walikota Bekasi.

Cukup bawa fotokopi eKTP dan KK

 

Anda Penduduk Kota Bekasi, Sudah mengurus pembuatan Kartu Sehat tapi tak kunjung selesai ???.

Dan jika keluarga anda ada yg jatuh sakit,

Cukup telfon ke 1500444 sebutkan No. KK & NIK, dengan segera PemKot akan membuatkan Kartu Sehat & mengantarkan nya ke RS yg di tuju… #KotaBekasi

DAFTAR RS yg bekerjasama dgn KS NIK

RS dalam kota :

  1. RSUD. Kota Bekasi
  2. RS. Awal Bros
  3. RS. Hermina Bekasi
  4. RS. Ananda Bekasi
  5. RS. Mitra Keluarga Timur
  6. RS. Mitra Keluarga Barat
  7. RS. Bhakti Kartini
  8. RS. Graha Juanda
  9. RS. Sentosa
  10. RS. Mekarsari
  11. RS. Anna Medika
  12. RS. Juwita
  13. RS. Rawalumbu
  14. RS. Anna Pekayon
  15. RS. Hermina Galaxy
  16. RS. Kartika Husada Jati Asih
  17. RS. Mas Mitra
  18. RS. Jatisampurna
  19. RS. Mitra Keluarga Cibubur
  20. RS. Permata Cibubur
  21. RS. Permata Bks
  22. RS. THB
  23. RS. Citra Harapan
  24. RS. Seto Hasbadi
  25. Rs Karya Medika
  26. RS. Bela
  27. RS. Cikunir
  28. RS. St. Elisabeth
  29. RS. Hosana Medika Bekasi
  30. RS. Satria Medika
  31. RS. Subki Abdul Qadir
  32. RS. Persada Medika Jt. Rahayu
  33. RS. Ratna Evita
  34. RSIA. Rinova Intan
  35. RSIA. Karunia Kasih
  36. RSIA. Selasih
  37. RSB. THB
  38. RS. Siloam Bks Timur

 

20 RS di luar Kota Bks :

  1. RS. Cipto Mangun Kusumo
  2. RS. Sintanala
  3. RS. POLRI
  4. RS. Persahabatan
  5. RS. Sulianti Saroso
  6. RS. Harapan Kita
  7. RSAB. Harapan Kita
  8. RS. Fatmawati
  9. RS. Suharto Herjan
  10. RS. Duren sawit
  11. RSJ. Islam Klender
  12. RS. Haji Pdk Gede
  13. RS. Tiara
  14. RS. Hermina Grand Wisata
  15. RS. Puspa Husada
  16. RS. Al-Mutazam
  17. RS. Kartika Husada Setu
  18. RS. Hermina Cileungsi
  19. RS. Kartika Husada Tambun
  20. RS. Kartika 2 Tambun

KEISTIMEWAAN JABAL UHUD BUKIT

Keistimewaan Jabal Uhud Bukit yang Kelak Ada di Surga

Jabal Uhud ialah bukit yang dijanjikan kelak ada di surga. Tidak seperti gunung yang berada di Kota Madinah, Jabal Uhud memiliki keistimewaan tersendiri. Tidak seperti sekelompok gunung yang tidak bersambungan dengan gunung yang lain. Karena itulah warga Madinah menyebutnya dengan sebutan Jabal Uhud yang mengartikan dengan kata lain ‘bukit menyendiri’.

Sosok Jabal Uhud Bukit Yang Kelak Ada di Surga

“Jika kita hendak melihat bukit yang terdapat di surga, maka ziarahlah ke Bukit Uhud. Nabi SAW bersabda, ‘Bukit Uhud ialah salah satu dari bukit-bukit yang terdapat di surga’,” demikian hadis yang dirawikan HR Bukhari.

Bukit Uhud atau Jabal Uhud ialah sebuah bukit berjarak 5 kilometer sebelah  utara Kota Madinah dengan elevasi keagungan nya sekitar 1.077 meter diatas permukaan laut. Bukit ini selalu diingat oleh umat Islam sebab di lembah gunung ini pernah terjadi pertempuran besar antara pejuang Islam dan kaum kafir Quraisy pada 15 Syawal 3 Hijriyah (Maret 625 Masehi) yang mengakibatkan 70 pejuang Islam mati secara syahid.

Suatu ketika Rasulullah SAW bersama – sama Sayyidina Abu Bakar RA, Sayyidina Umar Al-Faruq RA, dan Sayyidina Utsman bin Affan RA. Setelah keempatnya sedang di puncak, terasa Gunung Uhud bergetar.

Rasulullah SAW kemudiannya menghentakkan kakinya dan bersabda, “Tenanglah Wahai  Uhud. Di atasmu sekarang ialah Rasulullah seorang shiddiq dan dua yang kelak akan mati syahid.” Tak lama setelah tersebut Uhud berhenti bergetar. Demikianlah tanda kerinduan dan kegembiraan Uhud menyambut Rasulullah.

 

Kisah Pertempuran Uhud

Di lembah bukit ini pernah terjadi perang dahsyat antara kaum muslimin sejumlah 700 orang melawan  gerombolan  musyrikin Mekkah dengan jumlah yang tidak seimbang. Mereka menyerang dengan serdadu tak kurang dari 3.000 orang. Dalam peperangan tersebut kaum muslimin yang gugur hingga 70 orang syuhada, di antaranya paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muththalib, yang digelari Asa­Dullah wa Asadur Rasul (Singa Allah dan Rasul-Nya), Mush’ab bin Umair, dan Abdullah bin Jahsyin.

Para syuhada tersebut dimakamkan di lokasi mereka gugur, di dekat Gunung Uhud. Nabi Muhammad SAW sendiri dalam pertempuran tersebut mendapat luka-luka. Dan sahabat-sahabatnya yang menjadi perisai guna Rasulullah turut  gugur, dengan kondisi badan dipenuhi anak panah.

 

Pemakaman Sayidina Hamzah dan Para Syuhada Uhud

Setelah perang usai dan kaum musyrikin mengundurkan diri pulang ke Mekkah, maka Nabi Muhammad SAW memerintahkan supaya mereka yang gugur dimakamkan di lokasi mereka roboh, sampai-sampai ada satu liang kubur terdiri dari sejumlah syuhada.

Rasulullah  SAW bersabda, “Mereka yang dimakamkan di Uhud tak mendapat  tempat lain nya kecuali ruhnya sedang di dalam burung hijau yang mengarungi sungai surgawi. Burung tersebut memakan makanan dari taman surga, dan tak pernah kehabisan makanan. Pada syuhada itu berbicara siapa yang bakal menceritakan situasi kami disini untuk saudara – saudara kami bahwa kami telah berada di surga.” Maka Allah bersabda dalam QS Ali Imran ayat 169 :

 

46 Tahun kemudian, yakni pada masa Khalifah Marwan bin Hakam, terjadi banjir besar sampai-sampai makam Hamzah dan Abdullah bin Jahsyin terkoyak. Ternyata, walau sudah lebih dari 40 tahun di dalam kubur, jasad kedua sahabat tersebut masih segar, laksana baru saja meninggal. Maka jasadnya dikubur di lokasi lain namun masih di area Jabal Uhud.

Pada tahun 1383 H, di dirikan tembok tinggi yang mengelilingi makam Hamzah dengan celah-celah jeruji, supaya para peziarah masih dapat menyaksikan makam tersebut. Di dalam areal pemakaman tidak ada penanda khusus laksana batu nisan, yang menandakan terdapat makam syuhada’ di sana.

Kecintaan Rasulullah SAW untuk para syuhada Uhud, khususnya Sayyidina Hamzah mendorong beliau melaksanakan ziarah ke Jabal Uhud nyaris setiap tahun. Jejak ini pula yang sampai saat ini di ikuti, bahkan semenjak zaman pemerintahan para khalifah sesudah Rasulullah SAW wafat.

Seorang budak mempunyai nama Washyi bin Harb diperintahkan oleh Hindun binti Utbah, istri Abu Sufyan bin Harb, guna membunuh Hamzah. Wahsyi dijanjikan bakal dimerdekakan dan mendapat imbalan yang besar pula bila telah  “sukses” menunaikan tugasnya.

Akhirnya, dalam “tugasnya” terus-menerus mengintai Hamzah, Wahsyi berhasil melemparkan mata  tombaknya dari belakang yang akhirnya menusuk pinggang Hamzah lalu menembus bagian depan kedua pahanya. Tak lama kemudian, Hamzah wafat sebagai syahid.

Usai peperangan, Rasulullah dan semua sahabatnya bersama-sama menengok kondisi jasad dan tubuh para syuhada Uhud yang gugur. Sejenak beliau berhenti, terpaku dan berdiam diri seraya air mata menetes di kedua belah pipiNya. Tidak sedikitpun terbersit di pikiran beliau bahwasanya moral bangsa arab sudah sangat jauh merosot sedemikian rupa, sampai dengan teganya melakukan hal keji dan kejam terhadap jasad Hamzah. Dengan keji mereka sudah merusak jasad dengan merobek dada Hamzah dan memungut organ hatinya.

Melihat kisah sejarah pertempuran uhud dan keberadaan Jabal Uhud Madinah yang kelak berada di surga, pantaslah bila jabal uhud menjadi  tempat yang sangat penting untuk diziarahi para jemaah haji dan umroh. Seperti yang terlihat ketika jamaah umroh FATOUR TRAVEL INDONESIA di Jabal Uhud, beserta ratusan jemaah haji dan umroh dari Indonesia dan mancanegara kembali berusaha merefleksikan, mengenang, sejarah  perjuangan para syuhada’ dalam menegakkan Islam. Seraya berziarah dan berdoa di maka syuhada Uhud.

Tidak melulu berziarah, tidak sedikit anggota jemaah haji dan umroh  yang mengambil selfie dan juga sekedar  membeli oleh-oleh atau cendera mata atau kurma di sana. Di sepanjang jalan dari pemakaman mengarah ke parkir bus, banyak bahkan  puluhan pedagang kaki lima yang menawarkan barang dagangannya. Sehingga disekita tempat makam syuhada’ uhud tak ubahnya seperti pasar tiban.

Itulah sedikit Keistimewaan Jabal Uhud Bukit Yang Kelak Ada di Surga, Insya Allah kita terpilih menjadi hamba Allah SWT yang terpilih melihat langsung jabal uhud dalam rangkaian perjalanan umroh dan haji bersama FATOUR TRAVEL INDONESIA.

 

KEISTIMEWAAN JABAL MAGNET

KEISTIMEWAAN JABAL MAGNET

 

http://supermilan.wordpress.com

 

FENOMENA alamtakkunjunghabis di MadinahdanMekah.Kini, Jabal (Gunung) Magnet menjadifenomenaldanbanyakdibicarakanjemaahumrah.Kelebihannya, mampumendorongkendaraandengankecepatan 120 km per jam denganposisipersnelingnetral.

 

Namanyamemangtaksetenardengantempatbersejarahlainnya yang ada di kotasuciMedinahdanMekah, sepertiJabalUhud, Baqi’ JabalRahmah, danlainnya.Tapi, belakanganini, Jabal Magnet mengundangjemaah Arab maupunumrahuntukdatangmerasakankelebihannya.

 

Tarifuntukketempatinitergantungdarinegodengansopir.Biasanya 100 hingga 400 riyal.Lokasinyamemangcukuplumayandari Kota Medinah, sekitar 40 km menujuarah Kota Tabuk.Jabal Magnet berada di luardaerah haram, sehinggabebasdikunjungiwarganon muslim.

 

Jikadilihatsecarakasatmata, sebetulnyatidakjauhbedadengandaerahlainnya, yakniberupabukit-bukitbatugersangseperti yang banyakmengelilingi Kota Medinah. Hanyaketikakendaraansampai di jalanraya di antaraperbukitantersebut, baruakanmerasakanadasuatukeanehan.

PersnelingNetral, Mobil ‘Didorong’ MenjauhiJabal Magnet

 

Sebabjalansepanjangsekitar 4 km di kawasanperbukitaninidiyakinimemilikidayadorong. Mobil akanberjalandengankecepatantinggimenjauhiJabal Magnet, meskipunpersnelingmobildalamposisinetral.

Hal itudirasakanpenulisbersamaduajemaahlainnya, NursandanRusliRasyid.Saattaksi yang kami tumpangimenujuarahselatan, Jawahir, 42, sopirtaksiasalKerawang, Jawa Barat inimengakukendaraanmenjadisangatberatmeskipunmedanjalantidakbegitumenanjak.

 

Makin lama bahkaniaterpaksamemindahkanpersnelingmobilkeposisisatu, karenakesulitanbergerakhinggakecepatannyahanya 15 hingga 20 km per jam. Padahal, dengankondisijalan yang tidakterlalumenanjak, seharusnyadenganpersnelingdua, taksimasihkuat.

 

Denganlaju yang beratitu, Jawahiryakinadapengaruh magnet yang menahangerakanmobil.Sebaliknya, ketikamobilberbalikarahmenujuMedinah, sopir yang sudahenamtahuntinggal di kotainimengakutaksinyamelajudengankecepatantinggi, meskipunpersnelingdalamposisinetral. Kian lama kecepatankendaraanmakintinggi.Bahkan, barusekitar 3 km, kecepatantaksiinisudahmenunjukkanangka 120 km per jam.

BisaMencapai 120 Km per Jam

 

Karenapenasaran, penulismaupunNursan, jemaahdariMarositubergantianmenyetirkendaraantersebut.“Ternyatabenar, inisuatukeajaiban.Masadalamposisinetral, kecepatanmobilbisasampai 120 km per jam.Inipastiadadayadorongdarigunungtersebut,” tunjukNursankearahgunung di sekitarjalantersebut.

 

RusliRasyidjugatakmauketinggalan.Mantanpembalap drag race di Makassar ini, mengakubanyaktahutentangkecepatankendaraan.Saatmobiltersebutdisetirkearah Kota Tabuk, yaituarahkeJabal Magnet, diahanyamampumenginjak gas sampaikecepatan 50 km per jam.“Inisayainjaksudahfull, bunyilagi di bagianbawah.

 

Berartikitatidakbisapaksa,” ujarnya.Saatpersnelingdikembalikankeposisinetral, perlahan-lahanmobiltersebutberhenti.Sebaliknya, saatRuslimencobakearahMedinahdenganposisipersnelingnetral, jarum kilometer mobilmalahmemutarsampaiketitik 120 km per jam.

 

Memangmedanjalanmenuju Kota Medinahagakmenurun, namundengankondisidemikiantidakwajarakselerasimobilbegitucepat. Bahkan, sebetulnyalajukendaraanbisalebihtinggilagi, tapiNursanmaupunRuslitidakberanilalumengeremnyakarenatidakmampumengendalikannya.

Batas Area Jabal Magnet

 

Tidakadabatasan yang jelas, mulaidarimanajalan yang memilikidaya magnet itu.Tapijikadirasakan, pengaruh magnet itumulaibilakendaraanmelajudaribendungan air yang letaknyatakjauhdariputaranhinggabukitmenjelangbelokankeMedinah.Setelahsekitarmelajulima km, kecepatanmobilmulaiberkurangsedikit demi sedikit, padahaljalanmasihmenurun. Akhirnya, mobilmemilikikecepatanlambatsaatberadadi depanbendungan air.

 

Hal yang samadirasakanketikaKoordinatorKopertis Wilayah IX Prof Aminuddin Salle yang jugamenyambangitempatini. Iamengakumembayartaksisampai 400 riyal hanyakarenapenasaraninginmengetahuitempat yang unikitu. “Sayahanyapernahdengar, makanyakesempataninisayamanfaatkanuntukmerasakandayadorongdarigunung magnet itu.Ternyatabetul.Subhanallah,” ujarAminuddin Salle.

 

Belumdiketahuisecarajelasapahubunganantara magnet denganlajukendaraan. Sampaisaatinijugabelumadapenelitiantentangdayadorong magnet ituolehdariahli.“Tidakadapenelitian.Inijugasekadarinformasidarimulutkemuluthinggabanyak orang yang tertarik main kesini,” ceritaJawahir.

Namun, darisejumlahinformasi yang berkembang di Medinah, menyebutkan, dulunyaJabal Magnet ditemukansecaratidaksengajaolehseorang Arab Baduy.Saatitusi Arab inimenghentikanmobilnyakarenainginbuang air kecil.Namunkarenasudahkebelet, iamematikanmesinmobil, tapitidakmemasang rem tangan.

 

Ketikasedangenak-enaknyapipis, iakagetbukankepalang, mobilnyaberjalansendiridanmakin lama makinkencang. “Iaberusahamengejar, tapitentusajatidakberhasil.Dan menurutkisahnya, mobilnyatersebutbaruberhentisetelahmelencengketumpukanpasir di sampingjalan,” ungkapJawahir.

 

 

ObyekWisataBaru

 

Sejakitu, ceritatersebutmenyebarkeberbagaipelosokdanramaidikunjungiwarga, baikdari Arab sendirimaupundarinegara lain. Bahkanmenurutceritanya, sebagianwargaada yang melakukanberbagai ritual agama di sana. Namun, karena di lokasiinibukanmerupakantempatuntukmelakukan ritual, pemerintah Arab Saudi melarangnyadanmenjadikankawasaninisebagaiobjekwisatasemata.

 

Untukitu, pemerintah Arab Saudi sudahmembangunjalanraya yang begitulebar agar pengunjungbisamerasakandorongan magnet ketikamelajudengankendaraannya. Di bagianujungdibuatjalanmelingkaruntukputaranketikapengaruhmedan magnet sudahlemah.

 

Selainitu, di keduasisijalansudahdibanguntenda-tendauntukpengunjungdansudahditanampohon-pohon agar kelihatanlebihhijau.Bahkan, di sebuahdataran yang berpasir, terdapat arena bermainmobil-mobilanuntukanak-anak.Kawasaninijugasudahdilengkapidengansejumlah toilet untukumum.

 

Jalandari Kota Madinahmenujukawasaninijugasudahlebardanmulus, sehinggauntuksampaikelokasitidaksampai 45 menitdenganmobilkecilatau bus.Pemandangan di keduasisijalanmenujukawasaninijugacukupindahdanmenakjubkan.Sebelahkanandankirijalandikelilingiolehgunungberbatu.Terdapatjuga areal peternakandomba, unta, sertakebunkurma yang membuatgurunmenjadiagakmenghijau.

 

KiniJabal Magnet sudahmenjadidayatariktersendiribagipengunjunguntukmelihatdanmerasakanadanyafenomenaalam yang masihmisterius.Bahkan, orang-orang darinegaraasingsaatberkunjungkeMedinahjarang yang melewatkanperistiwalangkaini.

 

Sejarah Masjid Nabawi

Sejarah Masjid Nabawi

 

Masjid nabawi adalah Masjid yang di bangun oleh Nabi Muhammad SAW setelah Masjid Quba yang terletak antara Makkah dan Madinah. Lokasi Masjid Nabawi di tandai oleh tiang-tinag yang berbeda dengan tiang yang sebagian besar berada di Masjid Nabawi Saat ini yang terkesan lebih modern. Luas Masjid Nabawi kurang lebih 8,2 HA dan dapat menampung 2.000.000 Jamaah luas tersebut di yakini merupakan luas dari kota Madinaah di zaman Nabi Muhammad SAW.

 

Pembangunan Masjid Nabawi di lakukan pada bulan Rabiul Awal di awal hijrahnya ke Madinah. Saat itu panjang masjid adalah 70 Hasta dan lebar sebesar 60 Hasta (35m x 30m). Ketika jaman Rasulullah masjid Nabawi masih sangat sederhana lantai yang masih tanah berbatu, atap terbuat dari pelepah kurma dan hanya terdapat 3 pintu, sementara sekarang masjid Nabawi sudah sangat besar dan megah

Area yang hendak dibangun Masjid Nabawi saat itu terdapat bangunan yang dimiliki oleh Bani Najjar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Bani Najjar, “Wahai Bani Najjar, berilah harga bangunan kalian ini?” Orang-orang Bani Najjar menjawab, “Tidak, demi Allah. Kami tidak akan meminta harga untuk bangunan ini kecuali hanya kepada Allah.” Bani Najjar dengan suka rela mewakafkan bangunan dan tanah mereka untuk pembangunan Masjid Nabawi dan mereka berharap pahala dari sisi Allah atas amalan mereka tersebut.

Anas bin Malik yang meriwayatkan hadis ini menuturkan, “Saat itu di area pembangunan terdapat kuburan orang-orang musyrik, puing-puing bangunan, dan pohon kurma. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammemerintahkan untuk memindahkan mayat di makam tersebut, meratakan puing-puing, dan menebang pohon kurma.”

Pada tahun 7 H, jumlah umat Islam semakin banyak, dan masjid menjadi penuh, Nabi pun mengambil kebijakan memperluas Masjid Nabawi. Beliau tambahkan masing-masing 20 hasta untuk panjang dan lebar masjid. Utsman bin Affan adalah orang yang menanggung biaya pembebasan tanah untuk perluasan masjid saat itu. Peristiwa ini terjadi sepulangnya beliau dari Perang Khaibar.

Masjid Nabawi adalah masjid yang dibangun dengan landasan ketakwaan. Di antara keutamaan masjid ini adalah dilipatgandakannya pahala shalat di dalamnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ، إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ

“Shalat di masjidku ini lebih utama dari 1000 kali shalat di masjid selainnya, kecuali Masjid al-Haram.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mimbar Nabi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ وَمِنْبَرِي عَلَى حَوْضِي

“Antara rumahku dan mimbarku ada taman dari taman-taman surga, dan mimbarku di atas telagaku.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Awalnya Nabi berkhutbah di atas potongan pohon kurma kemudian para sahabat membuatkan beliau mimbar, sejak saat itu beliau selalu berkhutbah di atas mimbar. Dari Jabir radhiallahu ‘anhu bahwa dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat khutbah Jumat berdiri di atas potongan pohon kurma, lalu ada seorang perempuan atau laki-laki Anshar mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, bolehkah kami membuatkanmu mimbar?’  Nabi menjawab, ‘Jika kalian mau (silahkan)’. Maka para sahabat membuatkan beliau mimbar. Pada Jumat berikutnya, beliau pun naik ke atas mimbarnya, terdengarlah suara tangisan (merengek) pohon kurma seperti tangisan anak kecil, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendekapnya. Pohon itu terus ‘merengek’ layaknya anak kecil. Rasulullah mengatakan, ‘Ia menagis karena kehilangan dzikir-dzikir yang dulunya disebut di atasnya’.” (HR. Bukhari)

Di antara keagungan dan keutamaan mimbar ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang bersumpah di dekatnya, barangsiapa bersumpah di dekat mimbar tersebut dia telah berdusta dan berdosa.

لَا يَحْلِفُ عِنْدَ هَذَا الْمِنْبَرِ عَبْدٌ وَلَا أَمَةٌ، عَلَى يَمِينٍ آثِمَةٍ، وَلَوْ عَلَى سِوَاكٍ رَطْبٍ، إِلَّا وَجَبَتْ لَهُ النَّارُ

“Janganlah seorang budak laki-laki atau perempuan bersumpah di dekat mimbar tersebut. Bagi orang yang bersumpah, maka dia berdosa…” (HR. Ibnu Majah, Ahmad, dan Hakim)

Raudhah

Raudhah adalah suatu tempat di Masjid Nabawi yang terletak antara mimbar beliau dengan kamar (rumah) beliau. Rasulullah menerangkan tentang keutamaan raudhah,

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي قال: “مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الجَنَّةِ، وَمِنْبَرِي عَلَى حَوْضِي

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Antara rumahku dan mimbarku terdapat taman di antara taman-taman surga. Dan mimbarku di atas telagaku.” (HR. Bukhari).

Jarak antara mimbar dan rumah Nabi adalah 53 hasta atau sekitar 26,5 m.

 

 

Shufah Masjid Nabawi

Setelah kiblat berpindah (dari Masjid al-Aqsha mengarah ke Ka’baj di Masjid al-Haram). Rasulullah mengajak para

Masjid Nabawi, Kiblat Mekah

sahabatnya membangun atap masjid sebagai pelindung bagi para sahabat yang tinggal di Masjid Nabawi. Mereka adalah orang-orang yang hijrah dari berbagai penjuru negeri menuju Madinah untuk memeluk Islam akan tetapi mereka tidak memiliki kerabat di Madinah untuk tinggal disana dan belum memiliki kemampuan finasial untuk membangun rumah sendiri. Mereka ini dikenal dengan ash-habu shufah.

Rumah Nabi

Mungkin kata rumah terlalu berlebihan untuk menggambarkan kediaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, karenanya lebih tepat kalau kita sebut dengan istilah kamar. Kamar Nabi yang berdekatan dengan Masjid Nabawi adalah kamar beliau bersama ibunda Aisyah radhiallahu ‘anha. Nabi Muhammad dimakamkan di sini, karena beliau wafat di kamar Aisyah, kemudian Abu Bakar radhiallahu ‘anhu dimakamkan pula di tempat yang sama pada tahun 13 H, lalu Umar bin Khattab pada tahun 24 H.

Keadaan Makam Nabi

Makam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadap kiblat kemudian di belakang beliau (dikatakan di belakang karena menghadap kiblat) terdapat makam Abu Bakar ash-Shiddiq dan posisi kepala Abu Bakar sejajar dengan bahu Nabi. Di belakang makam Abu Bakar terdapat makam Umar bin Khattab dan posisi kepala Umar sejajar dengan bahu Abu Bakar. Di zaman Nabi kamar beliau berdindingkan pelepah kurma yang dilapisi dengan bulu. Kemudian di zaman pemerintahan Umar bin Khattab dinding kamar ini diperbaiki dengan bangunan permanen.

Ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi gubernur Madinah ia kembali merenovasi kamar tersebut, lebih baik dari sebelumnya. Setelah dinding tersebut roboh dan menyebabkan kaki Umar bin Khattab terlihat (kemungkinan roboh karena faktor alam sehingga tanah makam tergerus dan kaki Umar menjadi terlihat), Umar bin Abdul Aziz kembali membenahinya dengan bangunan batu hitam. Setelah itu diperbaiki lagi pada tahun 881 H.

Subhanallahu, kejadian ini menunjukkan kebenaran sabda Nabi bahwa jasad seorang yang mati syahid itu tidak hancur. Umar bin Khattab syahid terbunuh ketika menunaikan shalat subuh.

Usaha Pencurian Jasad Nabi

Pertama, pencurian jasad Nabi di makamnya pertama kali dilakukan oleh seorang pimpinan Dinasti Ubaidiyah, al-hakim bi Amrillah (wafat 411 H). Ia memerintahkan seorang yang bernama Abu al-Futuh Hasan bin Ja’far. Al-Hakim memerintahkan Hasan bin Ja’far agar memindahkan jasad Nabi ke Mesir. Namun dalam perjalanan menuju Madinah angin yang kencang membinasakan kelompok Abu al-Futuh Hasan bin Ja’far.

Kedua, gagal pada upaya pertamanya, al-Hakim bi Amrillah belum bertaubat dari makar yang ia lakukan. Ia memerintahkan sejumlah orang untuk melakukan percobaan kedua. Al-Hakim bi Amrillah mengirim sekelompok orang penggali kubur menuju Madinah. Orang-orang ini diperintahkan untuk menetap beberapa saat di daerah dekat Masjid Nabawi. Beberapa saat mengamati keadaan, mereka mulai melaksanakan aksinya dengan cara membuat terowongan bawah tanah. Setelah dekat dengan makam, orang-orang menyadari adanya cahaya dari bawah tanah, mereka pun berteriak “Ada yang menggali makam Nabi kita!!” Lalu orang-orang memerangi sekelompok penggali kubur ini dan gagallah upaya kedua dari al-Hakim bi Amrillah. Kedua kisah ini selengkapnya bisa dirujuk ke buku Wafa al-Wafa, 2: 653 oleh as-Samhudi.

Ketiga, upaya pencurian jasad Nabi kali ini dilakukan atas perintah raja-raja Nasrani Maroko pada tahun 557 H. saat itu Nuruddin az-Zanki adalah penguasa kaum muslimin di bawah Khalifah Abbasiyah. Dalam mimpinya Nuruddin az-Zanki bertemu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau mengatakan “Selamatkan aku dari dua orang ini -Nabi menunjuk dua orang yang terlihat jelas wajah keduanya dalam mimpi tersebut-.” Nuruddin az-Zanki langsung berangkat menuju Madinah bersama dua puluh orang rombongannya dan membawa harta yang banyak. Setibanya di Madinah, orang-orang pun mendatanginya, setiap orang yang meminta kepadanya pasti akan dipenuhi kebuthannya.

Setelah 16 hari, hampir-hampir seluruh penduduk Madinah datang menemuinya, namun ia belum juga melihat dua orang yang ditunjuk oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mimpinya. Ia pun bertanya, “Adakah yang tersisa dari penduduk Madinah?” Masyarakat menjawab, “Ada, dua orang kaya yang sering berderma, mereka berasal dari Maroko.” Masyarakat menyebutkan tentang keshalehan keduanya, tentang shalatnya, dan apabila keduanya dipinta pasti memberi. Ternyata dua orang inilah yang dilihat az-Zanki dalam mimpinya dan keduanya sengaja tinggal sangat dekat dengan kamar Nabi. Az-Zanki menanyakan perihal kedatangan mereka ke Madinah. Keduanya menjawab mereka hendak menunaikan haji.

Az-Zanki menyelidiki dan mendatangi tempat tinggal mereka, ternyata rumah tersebut kosong. Saat ia mengelilingi tempat tinggal dua orang Maroko ini, ternyata ada sebuah tempat –semisal ruangan kecil- yang ada lubangnya dan berujung di kamar Nabi. Keduanya tertangkap ‘basah’ hendak mencuri jasad Nabi, keduanya pun dibunuh di ruang bawah kamar Nabi tersebut. Selengkapnya lihat Wafa al-Wafa 2: 648.

Keempat, upaya pencurian jasad Nabi oleh orang-orang Nasrani Syam. Orang-orang ini masuk ke wilayah Hijaz, lalu membunuh para peziarah kemudian membakar tempat-tempat ziarah. Setelah itu mereka mengatakan bahwa mereka ingin mengambil jasad Nabi di makamnya. Ketika jarak mereka denga kota Madinah tinggal menyisakan perjalanan satu hari, mereka bertemu dengan kaum muslimin yang mengejar mereka. Mereka pun dibunuh dan sebagiannya ditangkap oleh kaum muslimin (Rihlatu Ibnu Zubair, Hal: 31-32)

Amalan Bid’ah Terkait dengan Ziarah ke Masjid Nabawi

makam Rasulullah

Sering dijumpai peziarah Masjid Nabawi mengusap-usap kamar Nabi ini, bahkan ada yang menciuminya dalam rangka mengharap berkah. Ibnu Taimiyah mengatakan, “Ulama telah sepakat, barangsiapa yang berziarah ke makam Nabi Muhammad atau ke makam nabi selain beliau atau makam orang-orang shaleh, makam sahabat, makam ahlul bait, atau selain mereka, tidak boleh mengusap-usap atau menciumnya, bahkan tidak ada satu pun benda mati di dunia ini yang disyariatkan untuk dicium kecuali hajar aswad.” (Majmu’ Fatawa, 27:29)

Tidak boleh juga untuk thawaf mengelilingi kamar Nabi, thawaf adalah salah satu bentuk ibadah, dan tidak diperkenankan beribadah kecuali hanya kepada Allah. Ada juga dijumpai sebagian peziarah Masjid Nabawi yang bersujud mengarah ke makam Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, ini semua adalah ritual-ritual yang haram dilakukan ketika berziarah ke Masjid Nabawi.

Perluasan Masjid Nabawi

–          Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melebarkan Masjid Nabawi pada tahun ke-7 H, sepulangnya beliau dari Khaibar.

–          Pada zaman Umar bin Khattab, tahun 17 H, Masjid Nabawi kembali diperluas. Umar juga menambahkan sebuah tempat yang agak meninggi di luar masjid yang dinamakan batiha. Tempat ini digunakan oleh orang-orang yang hendak mengumumumkan suatu berita, membacakan syair, atau hal-hal lainnya yang tidak terkait syiar agama. Sengaja Umar membuatkan tempat ini untuk menjaga kemuliaan masjid.

–          Perluasan masjid di masa Utsman bin Affan tahun 29 H.

–          Perluasan masjid oleh Khalifah Umayyah, Walid bin Abdul Malik pada tahun 88-91H.

–          Perluasan masjid oleh Khalifah Abbasiyah, al-Mahdi pada tahun 161-165 H.

–          Perluasan oleh al-Asyraf Qayitbay pada tahun 888 H.

–          Perluasan oleh Sultan Utsmani, Abdul Majid tahun 1265-1277 H.

–          Perluasan oleh Raja Arab Saudi, Abdul Aziz alu Su’ud tahun 1372-1375 H.

–          Perluasan oleh Khadimu al-Haramain asy-Syarifain, Fahd bin Abdul Aziz alu Su’ud tahun 1406-1414 H.

–          Perluasan masjid yang saat ini sedang berlangsung oleh Khadimu al-Haramain asy-Syarifain, Abdullah bin Abdul Aziz.

Masjid Nabawi

Mudah-mudahan sejarah singkat Masjid Nabawi ini semakin membangkitkan kecintaan kita kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabatnya, dan Masjid Nabawi itu sendiri. Semoga Allah senantiasa menjaga masjid ini dari orang-orang yang hendak melakukan keburukan, amin.

Sumber: Islamstory.com

 

 

IBADAH UMRAH

IBADAH UMRAH

 

  1. PENGERTIAN UMRAH

Apa itu Umrah ? Menurut KBBI Umrah adalah kunjungan (ziarah) ke tempat suci (sebagai bagian dari upacara naik haji, dilakukan setiba di Mekah) dengan cara berihram, tawaf, sai, dan bercukur, tanpa wukuf di padang Arafah, yang pelaksanaannya dapat bersamaan dengan waktu haji atau di luar waktu haji ( haji kecil)

Ibadah Umrah yang di lakukan lebih dari sekali dapat menggugurkan dosa, seperti yang telah di jelaskan Hadist berikut ini : Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan surga” (HR al-Bukhari dan Muslim)

2. SYARAT, TATA CARA PELAKSANAAN, TAHAPAN PELAKSANAAN UMRAH.

Berikut ini adalah syarat, pelakasanan, dan tahapan pelaksanaan ibadah umrah yang perlu di perhatikan oleh calon jamaah :

  1. Syarat pelaksanaan Umrah

Syarat untuk melakukan umrah adalah sama dengan syarat dalam melakukan ibadah haji. Adapun rukun umrah adalah:

  1. Ihram
  2. Tawaf
  3. Sa`i.
  4. Mencukur rambut kepala atau memotongnya.
  5. Tertib, dilaksanakan secara berurutan.

Sementara itu wajib umrah hanya satu, yaitu ihram dari mîqât.

2. Tata cara Pelaksanaan Ibadah Umrah adalah sebagai berikut

  1. Mandi
  2. Berwudhu
  3. Memakai pakaian ihram di mîqât
  4. Shalat sunah ihram 2 rakaat
  5. Niat umrah
  6. Membaca Labbaik Allâhumma `umrat(an) (Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, untuk umrah), membaca talbiah serta doa, memasuki Masjidil Haram, tawaf, sa`i, dan tahalul

3. Tahapan pelaksanaan ibadah umrah yaitu :

  1. Berangkat menuju Miqat
  2. Berpakaian dan berniat Ihram di Miqat (Tempat Miqat, al : Bier Ali, Ji`ronah,Tan`im, dsb)
  3. Shalat sunat ihram 2 rakaat jika memungkinkan
  4. Melafazhkan niat Umroh : Labbaik Allahuma Umrotan
  5. Teruskan perjalanan ke Mekah, dengan membaca Talbiah sebanyak-banyaknya dan mematuhi larangan saat ihram
  6. Melakukan Tawaf sebanyak 7 putaran
  7. Melakukan Sa`i antara Bukit Safa & Bukit Marwah sebanyak 7 kali
  8. Tahallul (menggunting rambut)
  9. Ibadah Umroh selesai

4. Larangan dalam pelaksanaan ibadah umrah

  1. Bagi setiap laki-laki tidak boleh memakai pakaian yang ada jahitannya dan tidak boleh menutup kepala

Ibnu Umar ra berkata seorang sahabat telah bertanya kepada Nabi SAW,” Wahai utusan Allah, pakaian apa yang boleh dikenakan bagi orang    yang berihram?”, Beliau menjawab “ Tidak boleh mengenakan baju, sorban, celana topi dan khuf ( sarung kaki yang terbuat dari kulit), kecuali seseorang yang tidak mendapatkan sandal, maka pakailah khuf, namun hendaklah ia memotongnya dari bawah dua mata kakinya dan janganlah kamu mengenakan pakaian yang dicelup dengan pewarna atau warna merah”.

2. Bagi wanita tidak boleh menutup wajah dan dua tapak tangannya

Dari Ibnu Umar ra bahwa Nabi bersabda “ janganlah seorang wanita berihram mengenakan cadar dan jangan pula menggunakan kaos tangan”.

Namun boleh bagi wanita menutupi wajahnya bila ada laki-laki yang lewat di dekatnya

3. Memotong kuku dan rambut/ bulu badan

Allah SWT berfirman”..Dan janganlah kamu mencukur rambutmu sebelum binatang hadyu sampai di lokasi penyembelihannya..” ( Al Baqarah ; 196 )Para ulama juga bersepakat bahwa haram hukumnya memotong kuku bagi orang yang sedang berihram ( al Ijma oleh Ibnul Mundzir hal 57 )

Namun diperbolehkan menghilangkan rambut tapi yang bersangkutan harus membayar fidyah, Allah SWT menegaskan dalam Al qur`an “ Jika diantara kamu ada yang sakit atau gangguan di kepalanya ( lalu ia bercukur ) maka wajiblah ia atasnya membayar fidyah yaitu berpuasa atau berhadaqah atau berkurban..( Al baqarah : 196 )

4. Membunuh atau memburu binatang darat

Allah SWT berfirman “ Dan diharamkan atasmu menangkap binatang buruan darat selama kamu dalam keadaan ihram”. ( Al Maidah : 95 ). Apabila dilanggar, maka jamaah harus membayar denda dengan membeli makanan seharga binatang yang diburu dan menyedekahkannya kepada fakir miskin atau memberi makanan kepada fakir miskin sebanyak 5/6 liter ( 1 mud ) untuk satu harinya.

5.Memotong atau mencabut tanaman di tanah Haram

Dendanya sama dengan bila kita memburu atau membunuh binatang darat seperti yang telah disebutkan dalam poin sebelumnya.

6. Nikah atau menikahkan

Berdasarkan hadist Utsman dari Usman ra bahwa Nabi bersabda “Orang yang berihram tidak boleh menikahi, tidak boleh dinikahi dan tidak boleh melamar.” ( Sahih: Mukhtashar Muslim no. 814)

  1. Bercumbu rayu atau bersetubuh

Apabila jamaah umroh yang berangkat bersama suami atau istrinya dan melakukan jima’ ( hubungan suami istri ) sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah umroh, maka mereka harus membayar denda atau dam dengan menyembelih seekor unta atau 7 ekor kambing.

  1. Mencaci maki atau mengucapkan kata-kata kotor.
    Untuk menghindari dari berkata-kata yang kotor, alangkah baiknya bila jamaah memperbanyak dzikir baik dalam hati maupun dengan diucapkan. Sehingga walau dalam kondisi emosi karena hawa panas dan berdesak-desakan saat thawaf maka yang terucap adalah kalimat-kalimat istighfar dan dzikrullah.
  2. Memakai wangi-wangian dan minyak rambut

Yang dimaksud sebagai wangi-wangian disini adalah wewangian yang dimaksudkan sebagai parfum, namun bila mandi dengan sabun yang berbau wangi tidak termasuk melanggar ihram. Juga tidak boleh memakai minyak rambut.

  1. Berbuat kekerasan seperti bertengkar atau berkelahi.
    Seperti yang dijelaskan dalam surat Al Baqarah ayat 197 “, (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji”.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, informasi ini disiarkan dari berbagai sumber.

Awali Musim Umrah, Koperasi Amphuri Berangkatkan 174 jamaah

Koperasi Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) kembali memberangkatkan jamaah umrah mengawali musim umrah tahun 2017-2018. Wakil Ketua Koperasi Amphuri Budi Firmansyah mengatakan pemberangkatan pertama musim umrah tahun 2017-2018 ini sebanyak 174 jamaah. Kali ini mereka menggunakan pesawat Citilink tipe A320 NEO.

“Bulan ini kami akan memberangkatkan empat penerbangan, karena telah mendapatkan jadwal setiap pekan ada penerbangan,” jelas dia kepada Republika, Senin (6/11).

Pelepasan pemberangkatan jamaah umrah tersebut dilaksanakan di Terminal II Bandara Internasional Soekarno Hatta, Pukul 01.00 dinihari, Senin (6/11). Penerbangan Citilink dipilih karena penerbangan langsung ke Jeddah dan hanya transit satu kali di Hyderabad, India. Transit pun hanya satu jam untuk mengisi bahan bakar dan jamaah tidak turun dari pesawat.

“Kerja sama dengan Citilink sudah kedua kalinya, sebelumnya, Alhamdulillah berjalan baik dan lancar, tanpa hambatan,” jelas dia.

Penerbangan ini merupakan konsorsium dari delapan travel. Satu travel ada yang memberangkatkan empat hingga 40 orang. Salah satu travel yang memberangkatkan jamaah kali ini adalah Fatour Travel Indonesia asal Bekasi. Mereka akan berumrah selama delapan hari, dari tanggal 6 November hingga 14 November 2017.

Tahun lalu Koperasi Amphuri mampu memberangkatkan tiga ribu jamaah dengan harga Rp 15 juta. Sedangkan tahun ini biaya umrah mencapai Rp 18 juta naik tiga juta rupiah. Program umrah koperasi Amphuri ini akan berlangsung hingga Ramadhan 2018. Mereka menargetkan 15 ribu hingga 20 ribu jamaah umrah di musim umrah tahun ini.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, informasi ini disiarkan dari berbagai sumber.

Lokasi Tempat Suntik Vaksin Meningitis di Indonesia

Lokasi Tempat Suntik Vaksin Meningitis di seluruh Indonesia.

Berikut lokasi suntik vaksin Menginitis dan rumah sakit Jabodetabek yang mengeluarkan buku kuning dapat di peroleh pada hari kerja, Senin s/d Jum’at di:

  1. KKP Bandara Soekarno Hata, Cengkareng Telp. 5502277
  2. KKP Bandara Halim Perdana Kusuma Telp. 8000166
  3. KKP Pelabuhan Tanjung Priuk Telp. 43931045
  4. KKP Pelabuhan Merak, Banten Telp. 0254-571083
  5. Garuda Sentra Medika, Kemayoran Telp. 4241000

Persyaratan suntik dan Biaya vaksin Meningitis.

Mengisi Formulir sesuai Nama Pasport dan No. Pasport.
Fotocopy KTP.
Biaya suntik vaksin Meningitis sebesar Rp. 305.000 (harga tidak mengikat).

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk Suntik Vaksin Meningitis.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Aceh.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls III Lhokseumawe Jl. Merdeka No.1 0645-43154 / 45869.
  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls III Banda Aceh Jl. Komp Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang 0651-7405833.
  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls III Sabang Jl. Bay Pass Km.6 Cot Ba’u Kec. Sukajaya – Sabang 0652-22230.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Sumatera Utara.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls I Medan Jl. Veteran No.219 Belawan 20411, Medan 061-6941343.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Riau.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls III Dumai Jl. Datuk Laksamana Dumai 0765-31515.
  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls III Tembilahan Jl. Jendral Sudirman No.69 Tembilahan 0768-21341
  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls II Pekanbaru Bandra Sultan Syarif Kasim II, Simpang Tiga, Pekan Baru 0761-885243.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Jambi.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls III Jambi Jl. Sultan Taha / Tanah Timbun – Jambi 0741-22480.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Sumatera Selatan.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls II Palembang Jl. Mayor (L) Memet Sastrawirya No.235, Palembang 30115 0711-710142 .

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bengkulu.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls III Bengkulu Jl. RE. Martadinata P.Baar – Bengkulu 0736-51616.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Lampung.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls II Panjang Jl. Sumatera Pelabuhan Panjang – Bandar Lampung 0721-31144.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bangka Belitung.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls III Pangkal Pinang Jl. Yos Sudarso No.47 Pangkal Pinang 0717-422645.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kepulauan Riau.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls II Tanjung Pinang Jl. SM. Amin, Tanjung Pinang 0771-21652.
  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls II Tanjung Balai Karimun Jl. Yos Sudarso No.103, Tanjung Balai Karimun 0777-21170.
  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls I Batam Jl. Lumba-lumba No.5 Batu Ampar, Batam 29432 0778-412532.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Jawa Barat.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls II Cirebon Jl. Kalimantan No.1 Cirebon 0231-209248.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) DKI Jakarta.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls I Jakarta Area Perkantoran Bandara Soekarno Hatta Kode Pos 19120 021-5506068.
  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls I Tanjung Priok Jl. Raya Pelabuhan No.17 Tg.Priok 021-43931045.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banten.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls II Banten Jl. Mayjen Sutoyo No.23 Desa Gerem Cilegon – Banten 0254-571083.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Jawa Tengah.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls II Cilacap Jl. Selat Madura No. 7 Cilacap 0282-534825.
  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls II Semarang Jl. M. Pardi No.3, Tanjung Mas, Semarang 50129 024-3544122.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Jawa Timur.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls II Probolinggo Jl. Tanjung Tembaga Baru Probolinggo 0335-421918.
  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls I Surabaya Jl. Perak Timur 514-516, Surabaya 60165 031-3293231.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kalimantan Barat.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls II Pontianak Jl. Pak Kasin Gg. Merak III Block C No.1-2, Pontianak 0561-732540.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kalimantan Tengah.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls III Pulang Pisau Jl. Samudera No.31 Pulang Pisau 0513-61069.
  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls III Sampit Jl. MT. Haryono No.46, Sampit 0531-21700.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kalimantan Selatan.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls II Banjarmasin Jl. Barito Hilir (Komp. Pel. Trisakti) Banjarmasin 0511-410466.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kalimantan Timur.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls II Samarinda Jl. Lumba-lumba No.1 Samarinda 75114 0541-742564.
  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls II Balikpapan Jl. Yos Sudarso Pel. Jembatan I, Balikpapan 76111 0542-421740.
  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls II Tarakan Jl. Mulawarman Kec. Tarakan Barat 77111 0551-21334.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Sulawesi Utara.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls III Bitung Jl. DS. Sumolang Bitung 95522 0438-21076.
  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls II Manado Kompl. Bandar Udara Sam Ratulangi, Mapanget – Manado 0431-811104.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Sulawesi Tengah.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls III Poso Jl. Yos Sudarso No.11, Poso 0452-21540.
  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls III Palu Kompl. Pelabuhan Pantoloan, Palu Sulteng 94352 0451-491096.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Sulawesi Selatan.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls I Makassar Jl. Hatta No.3 pelabuhan Makasar 0411-317482.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Sulawesi Tenggara.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls II Kendari Jl. Sukawan No.41 Kendari 0401-321651.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bali.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls I Denpasar Jl. Raya I Gusti Ngurah Rai – Denpasar 0361-751407.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) NTB.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls II Mataram Jl. Adi Sucipto No.13b Rembiga, Mataram 83114 0370-6162145.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) NTT.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls III Kupang Jl. Adi Sucipto Penfui – Kupang 0380-821302.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Maluku.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls II Ambon Kompl. Pelabuhan Laut Yos Sudarso 0911-314762.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Maluku Utara.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls III Ternate Kompl. Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate 97712 0921-21464.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Gorontalo.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls III Gorontalo Jl. Mayor Dullah No.96, Gorontalo 0435-822816.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Papua.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls III Merauke Jl. Prajurit Merauke, Merauke Papua 0971-323828.
  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls III Biak Kompl. Pelabuhan Laut, Biak – Papua 0981-21278
  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls II Jayapura Jl. Koti II – 2B Jayapura 0967-535553.

Alamat Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Papua Barat.

  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls III Manokwari Jl. Siliwangi 15 Kotak Pos 231, Manokwari 0986-214503.
  • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kls III Sorong Kompl. Pelabuhan I G. Dohor No.29-30, Kp. Baru Sorong – Papua 0951-334412.

KKP Tanjung Priok: Tempat Tercepat Suntik Meningitis Untuk Umroh

Dimana saja kita bisa melakukan suntik meningitis dan mendapat buku kuning?

Di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), yang ada di beberapa tempat ini:

  • KKP Halim Perdana Kusuma
  • KKP Soekarno Hatta
  • KKP Tanjung Priok
  • KKP Tanjung Priuk – Sunda Kelapa
  • KKP Tanjung Priuk – Marunda
  • KKP Bandung – Asrama Haji Bekasi

Selain di KKP bisa juga di RS Persahabatan dan RS Fatmawati. Namun di kedua Rumah Sakit ini berlaku kuota harian, kurang lebih 100 orang per hari. Kami Sarankan jamaah untuk memilih datang ke KKP Pelabuhan Tanjung Priok yang dipastikan merupakan KKP yang paling sepi dan tidak antre.

Letak KKP Tanjung Priok ini betul-betul di dalam pelabuhan. Jadi jamaah masuk aja ke pelabuhannya, nanti ketemu gerbang yang mengarahkan ke tempat Suntik Meningitis.

Catatan Khusus:

  • Biaya Vaksin / Suntik Meningitis yang resmi adalah Rp 305.000,-. Biasanya jamaah juga ditawarkan untuk Vaksin yang lain, seperti Influenza dan lain-lain.
  • Untuk Sekali suntik meningitis berlaku untuk 2 tahun, dan ada juga yang berlaku hingga 3 tahun karena vaksinnya yang sekarang lebih baik dari sebelumnya.
  • Kekebalan vaksin meningitis baru terjadi 2 minggu setelah suntik. Jadi, pastikan jamaah untuk suntik vaksin paling lambat sebulan sebelum berangkat.
  • Direkomendasikan jamaah tidak perlu datang sebelum jam buka. Karena di KKP Tanjung Priok tidak dibagikan nomor antrian sementara. Pas KKP buka (sekitar jam 7.30 pagi) akan diberikan form pendaftaran, dan siapa yang paling cepat mengembalikan maka dia yang akan duluan dipanggil.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, informasi ini disarikan dari berbagai sumber.

Apa itu Suntik Vaksin Meningitis?

Apa itu Suntik Vaksin Meningitis?

Sebelum jamaah melakukan Ibadah haji ataupun umroh atau bahkan bepergian ke luar negeri, maka jamaah tersebut diwajibkan untuk melakukan suntik meningitis, terutama ke negara-negara yang memiliki riwayat epidemik meningitis.

Karena Pentingnya masalah ini, maka pemerintahan Kerajaan Arab Saudi mewajibkan suntik vaksin meningitis sebagai persyaratan mutlak sebelum jamaah melakukan ibadah umroh atau haji. Menurut WHO (World Heath Organization) negara Arab Saudi termasuk salah satu tempat endemik bagi penyebaran virus penyakit meningitis. Virus meningitis ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian dan cacat yang cukup serius.

Namun apakah sebenarnya yang disebut sebagai meningitis itu?

Meningitis merupakan radang pada membran pelindung yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang, yang secara kesatuan disebut sebagai meningen.

Suntik Vaksin Meningitis Sebelum Umroh atau Haji.

Sehubungan dengan kegiatan ibadah Umroh dan Haji, pelayanan imunisasi meningitis meningokokus ACW135Y dapat diperoleh di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) seluruh Indonesia. Setelah memperoleh vaksinasi meningitis meningokokus, calon jamaah diberikan kartu ICV (International Certificate of Vaccination) sebagai syarat memperoleh visa. Vaksin yang digunakan adalah vaksin meningitis meningokokus Menveo ACW 135Y yang telah mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) dan dinyatakan halal berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Imunisasi meningitis merupakan persyaratan wajib untuk mendapatan visa sesuai ketentuan yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi bagi semua calon jamaah haji dan umroh. Untuk efektivitas vaksin, imunisasi diberikan sekurang-kurangnya dua minggu sebelum keberangkatan. Tujuan imunisasi adalah untuk melindungi jamaah dari penularan penyakit meningitis selama 3 tahun.

Vaksin Pencegah Penularan.

Selain itu untuk mencegah penularan antar jamaah dari seluruh dunia serta mencegah penularan meningitis kepada keluarga di tanah air. Meningitis meningokokus ditularkan langsung melalui percikan cairan hidung dan tenggorokan pada saat batuk/bersin dari penderita. Penyakit ini menyerang selaput otak (meningen) dan dapat menimbulkan cacat bahkan kematian.

Jadwal pemanggilan untuk vaksinasi meningitis meningokokus bagi jamaah akan difasilitasi oleh pihak penyelenggara atau biro perjalanan umroh dan Haji. Informasi ini berasal dari Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-500567, 30413700.

Informasi Layanan Suntik Vaksinasi di KKP Kelas I Tanjung Priok.

KKP Kelas I Tanjung Priok melaksanakan pelayanan vaksinasi Meningitis bagi jemaah umroh yang datang langsung ke kantor.

Informasi Layanan Suntik Vaksinasi di KKP Kelas I Tanjung Priok.

KKP Kelas I Tanjung Priok melaksanakan pelayanan vaksinasi Meningitis bagi jemaah umroh yang datang langsung ke kantor.

Persyaratan Vaksin Meningitis.

Persyaratan yang harus dilengkapi untuk mendapatkan vaksin meningitis beserta buku ICV adalah :

  • Nama sesuai paspor dan No paspor.
  • Fotokopi paspor 1 (satu) lembar.
  • Pas photo, ukuran 4×6 sebanyak 1 lembar.

Waktu Pelayanan Vaksinasi Meningitis.

Waktu pelayanan vaksinasi diselenggarakan pada hari Senin s/d Jumat, dari jam 08.00 – 15.00, untuk pendaftaran dimulai jam 07.30.

Alur yang ditetapkan oleh KKP Tanjung Priok adalah :

  1. Ambil nomer antrian.
  2. Jemaah datang dan mengisi formulir yang telah disediakan.
  3. Melengkapi daftar formulir dengan melampirkan fotokopi paspor 1 lembar.
  4. Kemudian formulir yang sudah diisi dan dilengkapi di Letakkan dalam kotak yang telah disediakan.
  5. Selama data diproses, jemaah dipersilahkan menunggu diruang tunggu yang telah disediakan sampai yang bersangkutan dipanggil.
  6. Untuk jemaah wanita yang masih produktif akan dilakukan tes urine.
  7. Saat nama dipanggil oleh petugas, yang bersangkutan (jemaah) masuk kedalam ruang vaksin untuk di lakukan vaksinasi.
  8. Setelah vaksinasi, jemaah kembali menunggu panggilan untuk pengambilan foto barcode ICV.
  9. Proses vaksinasi selesai, jemaah bisa pulang dengan membawa buku ICV.

Tips terbaik untuk mendapatkan Vaksinasi Meningitis.

Kekebalan vaksin baru terjadi dalam 2 minggu dengan masa kekebalan 2 tahun, maka sebaiknya waktu penyuntikan dan keberangkatan disarankan kurang lebih 2 minggu sebelum masa keberangkatan haji / umroh. Vaksinasi meningitis berlaku selama 2 (dua) tahun, apabila jamaah yang sudah pernah melaksanakan umroh/haji dan sudah pernah divaksin maka tidak perlu dilakukan penyuntikan kembali.

Penularan dan Pencegahan Meningitis.

Meningitis adalah hasil dari infeksi yang menjalar. Bakteri atau virus yang menyebabkan meningitis bisa tersebar melalui batuk, bersin, ciuman, atau berbagi peralatan. Beberapa langkah awal untuk mencegah terjangkit meningitis adalah:

  • Mencuci tangan.
  • Membiasakan Gaya Hidup higienis.
  • Pola hidup sehat.
  • Menutup mulut saat bersin atau batuk.

Vaksin Meningitis saat Hamil.

Jika sedang hamil, berhati-hati dalam memilih makanan. Banyak kasus meningitis virus dan bakteri bisa dicegah dengan berbagai macam vaksin. Bicarakan dengan dokter jika Anda tidak yakin apakah vaksinasi Anda yang terbaru atau tidak.

Vaksin yang sudah tersedia antara lain:

  1. Vaksin MMR (campak, gondongan dan campak Jerman): Dapat diberikan pada umur 12 bulan, vaksin ulangan umur 5-7 tahun.
  2. Vaksin pneumokokus (PCV): Usia di bawah 1 tahun diberikan setiap dua bulan sekali, di atas dua tahun cukup diberikan sekali.
  3. Vaksinasi DTaP/IPV/Hib: Perlindungan pada bakteri Hib, difteri, batuk, tetanus dan virus polio Vaksin meningitis belum termasuk jadwal imunisasi anak tetapi dapat didapatkan di Indonesia.

Konsultasikanlah dengan dokter Anda jika menginginkan vaksin tersebut. Penerapan Vaksin Meningitis Untuk Perjalanan Bakteri Neisseria meningitidis (meningokokus) jarang ditemukan di Indonesia. Sehingga banyak orang Indonesia yang tidak memiliki kekebalan terhadap bakteri tersebut.

Vaksinasi sangat dianjurkan bagi orang Indonesia yang bepergian ke wilayah berisiko tinggi. Daerah yang berisiko tinggi atau daerah asal bakteri ini adalah Arab Saudi dan sebagian Negara-negara di Afrika. Calon peserta Umroh diwajibkan untuk menerima vaksin meningitis sebelum berangkat untuk mencegah terkena meningitis.

Mengunjungi tempat dengan risiko tinggi terjangkit meningitis Sangat disarankan untuk melakukan vaksinasi terhadap meningitis grup A, C, Y dan W135, jika bepergian ke daerah berisiko tinggi. Terutama jika Anda membuat rencana seperti di bawah ini:
Tinggal dengan warga setempat di area padat untuk mengikuti ibadah Haji atau Umroh di Arab Saudi.
Melakukan aktivitas berlebih di area Haji di Arab Saudi, menjadi pekerja musiman atau sebagai TKI.
Tinggal lebih lama dari sebulan sebagai wisatawan berangsel.

Vaksin Meningitis Untuk Bayi.

Pemberian Vaksinasi Untuk bayi yang berusia antara dua bulan hingga dua tahun, dosis awal vaksin harus diikuti dengan dosis kedua tiga bulan berikutnya.Vaksin meningitis tidak cocok untuk bayi yang berusia kurang dari dua bulan. Saat mereka pertama kali vaksinasi untuk anak di bawah lima tahun, vaksin memberi perlindungan selama dua hingga tiga tahun. Satu dosis vaksin akan memberi perlindungan sekitar lima tahun bagi orang dewasa dan anak-anak berusia di atas lima tahun. Untuk melindungi Anda dari meningitis grup A, C, Y, dan W135 dibutuhkan vaksinasi meningokokus ACYW135.

Efek Samping Suntik Meningitis.

Vaksinasi harus diberikan dua hingga empat minggu sebelum Anda bepergian sekitar. Efek Samping dari vaksinasi Satu dari sepuluh orang yang disuntik vaksin ACWY akan mendapatkan rasa sakit dan ruam di sekitar luka suntikan. Biasanya efek samping ini akan bertahan selama satu sampai dua hari. Reaksi yang gawat jarang sekali terjadi, tapi demam ringan bisa muncul. Kondisi ini lebih sering dijumpai pada anak-anak daripada orang dewasa.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, informasi ini disarikan dari berbagai sumber.

Pengertian Miqat dan Tempat Melaksanakan Miqat

PENGERTIAN MIQAT

Pengertian Miqat  dalam bahasa Arab adalah batas bagi dimulainya ibadah haji/umrah  yaitu batas-batas yang telah ditetapkan. Apabila melintasi miqat, seseorang yang ingin mengerjakan haji perlu mengenakan kain ihram dan berniat. Miqat digunakan dalam melaksanakan Ibadah Haji dan Ibadah Umrah.

Pengertian Miqat secara harfiah berarti batas yaitu garis demarkasi atau garis batas antara boleh atau tidak,atau perintah mulai atau berhenti, yaitu kapan mulai melapazkan niat dan maksud melintasi batas antara Tanah Biasa dengan Tanah Suci. Sewaktu memasuki Tanah Suci itulah semua jama’ah harus berpakaian Ihram dan mengetuk pintu perbatasan yang dijaga oleh penghuni – penghuni surga.

Jadi Miqat adalah batas untuk beribadah haji/umrah yang meliputi batas waktu dan batas tempat. Miqat terbagi 2 yaitu batas waktu disebut miqat zamani dan batas tempat yang disebut miqat makani

PERBEDAAN MIQAT MAKANI DAN ZAMANI

Miqat makani ialah tempat kita menunaikan niat. Miqat makani bagi haji untuk orang yang datang dari jauh terdapat  5 tempat menurut jurusan daerah masing-masing. Tempat-tempat itu tersebut dalam hadis Nabi saw. Miqat ini juga menjadi miqat umrah mereka. Orang yang tinggal di Makkah atau kawasan sekitarannya miqat hajinya ialah tempat tinggalnya. Adapun miqat umrahnya ialah tanah halal yang terdekat seperti Taneim atau yang jauh seperti Ja’ranah. Tidak ada miqat zamani bagi amalan umrah. Miqat zamani bagi haji ialah: mula daripada 1 Syawal hingga sejurus sebelum ajar 10 Zulhijjah.

MIQAT ZAMANI

Miqat Zamani adalah Miqat yang berhubungan dengan batas waktu, yaitu kapan atau pada tanggal dan bulan apa hitungan Haji akan dilaksanakan. Miqat Zamani disebut dalam Al-Qur’an dalam surat Al-Baqarah ayat 189 dan 197. Ayat pertama menjelaskan kedudukan bulan sabit sebagai tanda waktu bagi manusia dan Miqat bagi jama’ah haji. Ayat kedua menegaskan, bahwa yang dimaksud dengan Bulan – Bulan Haji atau waktu haji adalah beberapa bulan tertentu

Miqat zamani haji adalah bulan Syawal, Dzulkaidah dan Dzulhijah, sedangkan miqat zamani umrah dapat dilakukan kapan saja, kecuali umrah wajib yang merupakan rangkaian dari ibadah haji.

Miqat zamani adalah batas waktu syahnya melaksanakan ibadah haji sesuai dengan firman Allah QS.2:197 Yang Artinya : “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi”

Waktu yang dihormati Allah adalah bulan Zulkaidah, Zulhijah, Muharam dan Rajab sesuai dengan firman Allah QS. 2:194 Yang Artinya : “Bulan haram dengan bulan haram, dan pada sesuatu yang patut dihormati berlaku hukum qishash”.

MIQAT MAKANI

MIQAT MAKANI yaitu miqat berdasarkan peta atau batas tanah geografis, tempat seseorang harus mulai menggunakan pakaian Ihram untuk melintas batas tanah suci dan berniat hendak melaksanakan Ibadah Haji atau Umrah. Miqat Makani antara lain :

  1. Makani/Berdasarkan Tempat: yaitu tempat yang berihram darinya orang yang ingin melaksanakan haji dan umrah, yaitu ada lima:
  2. Dzul-hulaifah: yaitu miqat penduduk Madinah dan yang melewatinya. Jaraknya dari kota Makkah sekitar 450 Km sebelah utara Kota Mekah. Miqat (Dzul-hulaifah) paling jauh dari kota Makkah. Tempat ini dinamakan pula Wadil-Aqiq dan masjidnya dinamakan Masjid Syajarah (pohon), ia berada di sebelah selatan kota Madinah. Di antara miqat ini dan kota Madinah berjarak 13 Km. Disunnahkan shalat di lembah yang penuh berkah ini.
  3. Juhfah: yaitu miqat penduduk Syam, Mesir dan yang sejajar dengannya atau melewatinya. Ia adalah satu perkampungan di dekat Rabigh. Dari kota Makkah berjarak sekitar 186 Km sebelah barat laut Mekah. Sekarang orang-orang berihram dari Rabigh yang terletak sebelah barat darinya.
  4. Yalamlam: yaitu miqat penduduk Yaman dan yang sejajar dengannya atau melewatinya. Yalamlam adalah lembah yang berjarak 54 Km dari kota Makkah sebelah selatan Mekah , sekarang dinamakan Sa’diyah. Bagi mereka yang datang dari sebelah timur seperti Indonesia, Malaysia, Singapura dan kebanyakan negara Asia lain, tempatnya tempatnya miqat kebanyakan  di Yalamlam atau Jeddah
  5. Qarnul-Manazil: yaitu miqat penduduk Najd dan Tha`if dan yang sejajar dengannya atau melewatinya. Sekarang dikenal dengan nama Sailul-Kabir. Di antaranya dan kota Makkah berjarak sekitar 94 Km sebelah timur Mekah, dan Wadi (lembah) Mahram adalah Qarnul-Manazil yang paling tinggi.
  6. Zatu Irqin, suatu tempat Miqat yang terletak di sebelah utara Mekah, berjarak sekitar 94 km dari Mekah, merupakan miqat bagi jama’ah dari Iraq dan yang searah.

 

Sejarah Air Zam Zam Dan Keistimewaannya

1. Air Zam-Zam bukanlah air yang asing bagi kaum Muslimin.                                                                                             Air ini mempunyai keutamaan yang sangat banyak.Rasulullah telah menjelaskan kegunaan air tersebut. Beliau bersabda,”Sebaik-baik air yang ada di muka bumi adalah Zam-Zam. Di dalamnya terdapat makanan yang mengenyangkan dan penawar penyakit.”Apa rahasia dibalik air yang banyak memiliki khasiat dan penuh barakah ini?

2. Makna Zam Zam
Kata Zam-Zam dalam bahasa Arab berarti, yang banyak atau melimpah. Adapun air Zam-Zam yang dimaksud oleh syari’at, yaitu air yang berasal dari sumur Zam-Zam. Letaknya dengan Ka’bah, berjarak sekitar 38 hasta.
Dinamakan Zam-Zam, sesuai dengan artinya, karena memang air dari sumur tersebut sangat banyak dan berlimpah. Tidak habis walau sudah diambil dan dibawa setiap harinya ke seluruh penjuru dunia oleh kaum Muslimin.
Dinamakan dengan Zam-Zam, bisa juga diambil dari perbuatan Hajar. Ketika air Zam-Zam terpancar, ia segera mengumpulkan dan membendungnya. Atau diambil dari galian Malaikat Jibril dan perkataannya, ketika ia berkata kepada Hajar.
Disebutkan juga, bahwa nama Zam-Zam adalah ‘alam, atau nama asal yang berdiri sendiri, bukan berasal dari kalimat atau kata lain. Atau juga diambil dari suara air Zam-Zam tersebut, karena zamzamatul ma` adalah, suara air itu sendiri.
Nama lain Zam-Zam, sebagaimana telah diketahui, antara lain ia disebut barrah (kebaikan), madhmunah (yang berharga), taktumu (yang tersembunyi), hazmah Jibril (galian Jibril), syifa` suqim (obat penyakit), tha’amu tu’im (makanan), syarabul abrar (minuman orang-orang baik), thayyibah (yang baik)

3. Sejarah Munculnya Air Zam Zam
Disebutkan oleh Imam al Bukhari dalam Shahih-nya, dari hadits Ibnu ‘Abbas.Suatu saat, ketika berada di Mekkah, Nabi Ibrahim menempatkan istrinya Hajar dan anaknya Ismail di sekitar Ka`bah, di suatu pohon besar yang berada di atas sumur Zam-Zam.Waktu itu, tidak ada seorangpun di Mekkah, melainkan mereka bertiga.Setelah Nabi Ibrahim Alaihissalam meletakkan kantong berisi kurma dan air, iapun beranjak pergi. Namun Hajar mengikutinya seraya mengatakan,”Wahai Ibrahim, kemanakah engkau akan pergi dengan meninggalkan kami sendiri di tempat yang tiada manusia lain, atau yang lainnya?”
Pertanyaan itu ia ulangi terus, tetapi Nabi Ibrahim tidak menengok kepadanya. Sampai akhirnya Hajar berseru kepadanya,”Apakah Allah yang menyuruhmu melakukan hal ini?”
“Ya,” jawab Nabi Ibrahim.
“Kalau begitu, Allah tidak akan menyengsarakan kami,” seru Hajar.Kemudian kembalilah Hajar ke tempatnya, dan Nabi Ibrahim terus melanjutkan perjalanannya.
Sesampainya di Tsaniyah -jalan bebukitan, arah jalan ke Kada`. Rasulullah ketika memasuki Mekkah juga melewati jalan tersebut- dan keluarganya tidak dapat melihatnya lagi, Nabi Ibrahim menghadap ke arah Baitullah, lalu mengangkat kedua tangannya seraya berdoa : “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami, (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka, dan beri rizkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur” [Ibrahim/14 : 37]
Ibunda Ismail menyusui anaknya dan meminum dari kantong air tersebut.Hingga akhirnya air itupun habis, dan anaknya kehausan.Dia melihat anaknya dengan penuh cemas, karena terus menangis.Dia pun pergi untuk mencari sumber air, karena tidak tega melihat anaknya kehausan.
Pergilah dia menuju bukit terdekat, yaitu bukit Shafa, dan berdiri di atasnya.Pandangannya diarahkan ke lembah di sekelilingnya, barangkali ada orang disana.Akan tetapi, ternyata tidak ada.
Dia pun turun melewati lembah sampai ke bukit Marwa. Berdiri di atasnya dan memandang barangkali ada manusia di sana? Tetapi, ternyata tidak juga.Dia lakukan demikian itu hingga tujuh kali.
Ketika berada di atas bukit Marwa, dia mendengar ada suara, dia berkata kepada dirinya sendiri, “Diam!”Setelah diperhatikannya ternyata memang benar dia mendengar suara, kemudian dia pun berkata, “Aku telah mendengar, apakah di sana ada pertolongan?”
Tiba-tiba dia melihat Malaikat Jibril, yang mengais tanah dengan kakinya (atau dengan sayapnya, sebagaimana disebutkan dalam riwayat yang lain), kemudian memukulkan kakinya di atasnya. Maka keluarlah darinya pancaran air.
Hajar pun bergegas mengambil dan menampungnya.Diciduknya air itu dengan tangannya dan memasukkannya ke dalam tempat air.Setelah diciduk, air tersebut justru semakin memancar.Dia pun minum air tersebut dan juga memberikan kepada putranya, Ismail.Lalu Malaikat Jibril berkata kepadanya, “Jangan takut terlantar. Sesungguhnya, di sinilah Baitullah yang akan dibangun oleh anak ini (Ismail) bersama ayahnya. Dan sesungguhnya, Allah tidak akan menelantarkan hambanya.”

PT FATOUR TRAVEL INDONESIA

Graha Fatour, Ruko Grand Galaxy City RGA 91 Jalan Boulevard Raya Barat, Jaka Setia, Bekasi Selatan 17147

Phone 02182736505  Hotline 24 Hours 08111905186 / 081329222032

Copyright 2018 © All Rights Reserved