ENAK DAN HEMATNYA LIBURAN DI TURKI - Dari Istanbul ke Cappadocia

Kenapa Turki bisa sangat appealing? Bagi muslim, Turki memang banyak menyimpan peninggalan Islam, terutama masjid yang dibangun ketika Ottoman masih jaya. Pun, bagi umat nasrani, negara ini menyimpan banyak peninggalan yang luar biasa – beribu-ribu tahun usianya.

Lebih enaknya lagi, bagi pemegang paspor Indonesia tidak perlu lagi harus repot-repot melamar visa ke kedutaan. WNI dapat membuat e-visa, yang 5 menit saja jadi. Biayanya hanya USD 25 dibayar dengan kart kredit. Kalaupun tidak membuat e-visa sebelumnya, bisa melakukannya di kiosk visa di bandara kedatangan. Tapi menurut saya cara pertama lebih aman dan mudah.

Pesawat apa? Pilihannya banyak, yang paling sering promo adalah Qatar Airways (transit Doha). Ada juga Etihad (transit Abu Dhabi) dan Emirates (transit Dubai). Masih banyak pilihan lain, misalnya yang transit negara-negara Eropa seperti KLM dan Lufthansa, tetapi jarak tempuh jadi lebih panjang.

Memilih Turkish Airlines. Tiket dewasa mencapai $1000, bandingkan Emirates yang hanya saat itu $800 an. Ternyata TR hanya mengenakan 30% biaya untuk anak di bawah 12 tahun walaupun mereka punya seat sendiri. Jadi dihitung-hitung antara TR dengan maskapai Timteng untuk 2 dewasa dan 1 anak hampir sama. Kelebihannya lagi TR punya direct flight Kuala Lumpur-Istanbul (11,5 jam), lebih irit waktu dan tenaga daripada harus transit. Selain itu, dibandingkan dengan Qatar tiket murah yang landing di Sabiha Gokcen Airport, TR ini naik/turun dari Ataturk Airport yang jauh lebih dekat dengan kota. Jadi silakan kalau bawa anak bisa dipertimbangkan naik TR, sementara kalau hanya dewasa saja bisa dibilang hampir pasti lebih murah maskapai Timteng.

Kami putuskan untuk ambil pesawat ke Cappadoccia. Saya book Pegasus Airlines dengan harga one way setiap orang $25, turun di Kayseri – sekitar 75 km dari Goreme.

Hotel yang saya pilih adalah The Royal Stone House 62 euro untuk 2 malam. Kenapa tidak pilih di cave house? Oliq ini sangat picky mengenai hotel, dia tidak suka yang gelap, pengap, antik. Pasti akan protes, Airport shuttle 10 euro seorang one way.

Hari itu suhu masih dingin, satu digit saja. Dari Blue Mosque sebenarnya tinggal menyeberang untuk ke Hagia Sophia. Tapi kami malah nyasar sampai ke Topkapi Sarayi. Tiket TL 30 untuk dewasa,.Topkapi ini sangat luas dan dingin karena tepat di tepi Bosphorus. Anginnya kencang. Salah satu pameran paling asyik memamerkan berbagai relik sejarah, misalnya tongkat Nabi Musa yang digunakan untuk membelah Laut Merah, baju Fatimah, cetakan kaki Nabi Muhammad, dan sebagainya.
Hari ke tiga kami langsung ke Hagia Sophia, tepat ketika loket tiket dibuka. Tiketnya TL 30. Untung datang pagi jadi masih nyaman untuk foto-foto. Memang sungguh menawan bagian
dalam bangunan yang dulunya merupakan gereja dan dibangun pada abad 6 ini. Terharu saya melihat lukisan Bunda Maria berjajar dengan ayat Quran.

Hagia Sophia dari luarBersama kubah Hagia Sophia yang fenomenal itu

Dari Hagia Sophia kami ke Basilica Cistern yang merupakan Kota Air Bawah Tanah, dibangun pada masa Justinian juga. Tiketnya TL 10. Di sini ada dua patung Medusa, yang satu dipasang terbalik yang satunya lagi miring. Entah apa maksudnya, hingga kini sejarawan belum menemukan alasannya.
Kami lalu naik trem dan nongkrong di Karakoy. Di sini menemukan pasar tradisional,

Besoknya kami berangkat ke Cappadocia. Bandara keberangkatan adalah Sabiha Gokcen. Kami berangkat 4 jam sebelumnya, naik trem ke Kabatas, disambung funicular (kereta mendaki) ke Taksim, untuk mencari bus Havatas. Hari itu hujan dan dingin. ketemu juga bus Havatasnya. Ongkos TL 14/orang. Ternyata Sabiha Gokcen memang sangat jauh. Total perjalanan dari Sultanahmet adalah 2,5 jam.

Sunset di Nevsehir Kami tiba di Kayseri pukul 4 dan sudah ada mobil jemputan.
Karena enggan mengikuti tur, kami memutuskan untuk sewa mobil TL 120/hari belum termasuk bensin. Kami memutari jalur Red Tour, dari Avanos, Love Valley, Goreme Open Air Museum, Ortahisar, Pigeon Valley, Dervent Valley, Pasa Bag (Monk Valley), Selve Valley. Puas pokoknya puas sepuas-puasnya. Oliq saja sangat menikmati masuk-masuk ke dalam gua, padahal super dingin.

Pemandangan Pasa Bag

Hot air balloons over Cappadocia

Kami terbang kembali ke Istanbul. Esoknya adalah hari terakhir karena tengah malam kami harus terbang kembali ke Kuala Lumpur. Kami ke Gulhane Parki, lalu nongkrong di pinggir Selat Bosphorus di Kabatas, dan mengakhiri hari dengan belanja-belanji di Grand Bazaar.

Grand Bazaar Budget untuk 1 keluarga: Tiket pesawat KUL-IST PP (2 dewasa 1 anak) = $ 2300 = Rp 29.000.000
Tiket pesawat SAW-ASR PP (3 orang) = 160 euro = Rp 2.300.000
Akomodasi Istanbul 5 malam = $ 180 + $ 100 (yg belakangan diskon dan tanpa fee) = Rp 3.550.000
Hotel Cappadocia 2 malam = 62 euro = 860.000
Airport shuttle = 2 x 2 x 10 euro = 40 euro = 574.000
Sewa mobil + bensin = TL 200 = 1.000.000
Tiket Topkapi = 2x TL 30 = TL 60 = 300.000
Tiket Hagia Sophia = 2 x TL 30 = TL 60 = 300.000
Tiket Basilica Cistern = 2 x TL 10 = TL 20 = 100.000
Tiket Goreme Open Air Museum = 2 x TL 20 = TL 40 = 200.000
Havatas bus = 2x2x TL 14 = TL 56 = 287.000
Istanbulkart (bolakbalik) untuk 2 orang, plus Metro ke airport = TL 40 = 200.000
Air botol 5 literan = 5 x TL 3 = TL 15 = 77.000
Belanja sayuran, susu, telur, cemilan 3 kali = TL 20 = 100.000
Simit + kebab + balik ekmek (sandwich ikan) = TL 40 = Rp 200.000
Makan di bandara= TL 40 = Rp 200.000
Biaya visa 3 orang USD 75 = Rp 953.000
GRAND TOTAL dalam Rupiah = Rp 39.701.000 Ini belum termasuk oleh-oleh